Square Enix PHK Massal, Andalkan AI untuk Otomatisasi Pengembangan Game hingga 2027

Square Enix PHK Massal, Andalkan AI untuk Otomatisasi Pengembangan Game hingga 2027

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Square Enix PHK Massal, Andalkan AI untuk Otomatisasi Pengembangan Game hingga 2027 yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Square Enix Lakukan PHK Massal sebagai Bagian dari Restrukturisasi

Square Enix, salah satu perusahaan game ternama di dunia, dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Langkah ini diketahui sebagai bagian dari "restrukturisasi fundamental organisasi penerbitan luar negeri" yang mengacu pada bisnis Square Enix di kawasan Barat.

Presiden Square Enix, Takashi Kiryu, memberikan penjelasan kepada staf yang terkena dampak PHK. Ia menyebutkan bahwa pemangkasan dilakukan untuk membantu perusahaan menjadi lebih "ringan" dan "gesit". Meskipun jumlah pasti karyawan yang diberhentikan belum diumumkan, laporan dari VGC menyebut sekitar 140 pegawai di kantor London berisiko kehilangan pekerjaan.

Departemen yang Terdampak

PHK yang dilakukan Square Enix melibatkan berbagai departemen dalam perusahaan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Teknologi Informasi (TI)
  • Pemasaran
  • Penerbitan
  • Penjualan
  • QA (Pengujian Kualitas)
  • Perencanaan Bisnis

Langkah ini menunjukkan bahwa Square Enix sedang melakukan penyesuaian besar-besaran untuk memastikan operasionalnya tetap efisien dan mampu bersaing di pasar global.

Sejarah Restrukturisasi Square Enix

Ini bukan pertama kalinya Square Enix melakukan restrukturisasi. Pada tahun 2024, perusahaan juga memangkas tim baratnya dan menjual sejumlah aset. Beberapa aset yang dijual termasuk Crystal Dynamics, Eidos-Montréal, dan Square Enix Montréal kepada Embracer Group.

Restrukturisasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Square Enix untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kemampuan penerbitan global. Dalam laporan keuangannya, Square Enix menyatakan bahwa restrukturisasi terbaru ini bertujuan untuk mencapai penghematan biaya tahunan lebih dari 3 miliar yen (sekitar US$19,6 juta).

Tujuan dan Dampak Restrukturisasi

Dengan langkah ini, Square Enix berharap dapat memperkuat posisinya di pasar global dan meningkatkan daya saing. Restrukturisasi ini juga diharapkan bisa membantu perusahaan lebih cepat merespons perubahan di industri game yang semakin dinamis.

Meski ada risiko PHK, Square Enix berkomitmen untuk memastikan proses ini berjalan dengan transparan dan adil. Perusahaan juga akan terus berupaya untuk mempertahankan kualitas produk dan layanan yang diberikan kepada para penggemarnya.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Tantangan yang dihadapi Square Enix tidak hanya terbatas pada restrukturisasi internal, tetapi juga pada persaingan ketat di industri game. Dengan banyaknya pengembang game baru dan inovasi teknologi yang terus berkembang, Square Enix harus terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan.

Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar bagi Square Enix untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di dunia game. Dengan strategi yang tepat dan komitmen untuk terus berkembang, Square Enix memiliki potensi besar untuk menciptakan karya-karya yang membanggakan dan sukses di pasar global.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar