Pengembangan QRIS di Singapura dan Jepang
QRIS, atau standar kode QR nasional Indonesia, terus berkembang pesat di berbagai negara seperti Singapura dan Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran digital ini semakin diminati oleh masyarakat, termasuk para wisatawan. Bank Mandiri serta perusahaan pembayaran digital di Singapura dan Jepang memberikan alasan mengapa QRIS menjadi pilihan utama.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bank Indonesia mencatat bahwa transaksi QRIS telah mencapai 10,33 miliar kali hingga bulan September. Sistem ini telah menjangkau sebanyak 58 juta pengguna dan 41 juta pedagang di seluruh Indonesia. Selain itu, QRIS juga sedang dikembangkan agar bisa digunakan dalam transaksi lintas-negara (cross border). Saat ini, QRIS sudah terhubung dengan QR dari Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. Rencananya, konektivitas QRIS Indonesia akan diperluas ke sejumlah negara lain seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, hingga India.
QRIS sebagai Solusi untuk Masyarakat Unbanked
Vice President Digital Experience & Strategy Digital Retail Banking Group Bank Mandiri, Harry Sofri Putrananda, menjelaskan bahwa QRIS menjadi solusi bagi masyarakat unbanked di Asia Tenggara untuk mulai menggunakan layanan keuangan digital. Ia menyebutkan bahwa QRIS berkembang karena banyak masyarakat yang baru masuk sistem keuangan lewat teknologi ini. Hambatan kartu kredit tidak ada, sehingga adopsinya lebih cepat dari Amerika atau Eropa.
Pada tahun 2020, konsolidasi QR ke satu standar QRIS membuat interoperabilitas meningkat pesat. Kini, wisatawan dari Thailand, Malaysia, Cina hingga Singapura dapat melakukan pembayaran langsung di Indonesia hanya dengan memindai QRIS di pedagang. Di sisi perdagangan, inisiatif Livin’ Merchant menunjukkan pertumbuhan cepat. Dalam satu setengah tahun, transaksi bulanan QR Livin Merchants sudah dua kali lipat transaksi EDC. Ini menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.
Manfaat QRIS untuk UMKM
Harry menjelaskan bahwa efisiensi QR juga membantu UMKM menekan biaya, mempercepat transaksi, dan memperkuat peluang akses kredit karena setiap transaksi tercatat secara digital. Bank Mandiri mencatat nilai transaksi QRIS di Livin’ by Mandiri mencapai Rp123,5 triliun dari 878 juta transaksi per September.
Di Singapura, QRIS pertama kali bisa digunakan pada 2023, lewat kerja sama antara Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Network for Electronic Transfers – Singapore (NETS), dan perwakilan penyelenggara jasa sistem pembayaran. Managing Director NETS Singapura, Desmond Gogh, mengatakan ada tiga faktor utama yang membuat QR tumbuh cepat di Singapura dan negara-negara Asia Tenggara, yakni biaya yang murah, lonjakan kebutuhan transaksi tanpa kontak saat pandemi, serta pengaruh besar dari model pembayaran Cina seperti Alipay dan WeChat Pay.
QRIS di Jepang
Baru-baru ini, QRIS juga terhubung dengan QR Jepang, namun masih tahap outbound, yakni baru dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia saat bertransaksi di Jepang untuk memindai JPQR. COO Netstars Jepang, Hisahiro Chofuku, menjelaskan Jepang mulai mendorong QR sejak 2015, setelah WeChat Pay masuk. Netstar menjadi perusahaan pertama yang memperkenalkan pembayaran QR di Jepang. Hasilnya, transaksi non-tunai Jepang naik dari 18% pada 2015 menjadi 40% saat ini.
Chofuku menegaskan bahwa Jepang kini terlibat aktif dalam inisiatif JPQR yang memungkinkan dompet digital luar negeri digunakan untuk bertransaksi di Jepang, termasuk QRIS dari Indonesia. Tujuannya agar wisatawan Asia bisa membayar langsung di Jepang memakai dompet digital dari negara asal mereka. Ini akan mempermudah belanja dan transaksi wisatawan.
Konektivitas QR Lintas Negara
Ia juga menilai bahwa ke depannya wisatawan Jepang dapat membayar di negara ASEAN menggunakan metode pembayaran yang sama. Konektivitas QR lintas negara akan membangun infrastruktur pembayaran kawasan yang kuat dan mendorong ekonomi regional. Menurut Chofuku, QRIS lintas-negara penting karena pariwisata Jepang mencapai 40 juta pengunjung per tahun, dengan porsi wisatawan Asia yang semakin besar. Sistem pembayaran yang efisien disebutnya bisa mengurangi tekanan pada industri yang kekurangan tenaga kerja dan menghadapi keterbatasan infrastruktur hotel.

Komentar
Kirim Komentar