Psikolog UGM: Generasi Alpha Rentan Alami Depresi

Psikolog UGM: Generasi Alpha Rentan Alami Depresi

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Psikolog UGM: Generasi Alpha Rentan Alami Depresi, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


jogja.aiotrade
, YOGYAKARTA - Masalah bunuh diri di kalangan anak dan remaja kini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Beberapa waktu terakhir, tercatat empat kasus bunuh diri yang terjadi dalam satu bulan di wilayah Sumatera Barat dan Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental anak semakin mendesak untuk segera ditangani.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Nurul Kusuma Hidayati, Manajer Center for Public Mental Health (CPMH) Universitas Gadjah Mada, maraknya kasus bunuh diri harus menjadi alarm bagi pemerintah Indonesia. Ia menekankan perlunya tindakan cepat dan kolaboratif antara berbagai elemen masyarakat untuk melindungi kesehatan mental anak.

“Sudah saatnya setiap elemen bangsa memperhatikan kesehatan mental anak sebagai prioritas. Anak tidak hanya perlu sejahtera secara akademis, tetapi juga secara psikologis,” ujarnya pada Rabu (12/11).

Generasi Alpha, yang dikenal memiliki karakteristik unik, dinilai lebih rentan menghadapi tekanan psikologis. Menurut Nurul, mereka cenderung mengalami kelelahan emosional meskipun kemampuan pengelolaan pikiran mereka belum sepenuhnya matang.

“Kombinasi antara kelelahan emosional dan kurangnya kemampuan pengelolaan pikiran membuat anak terjebak dalam tekanan mental yang berat hingga akhirnya melakukan tindakan ekstrem,” katanya.

Nurul menyebutkan bahwa tantangan terbesar dalam mencegah depresi adalah rendahnya literasi kesehatan mental masyarakat serta kemampuan mengatur emosi. Minimnya pemahaman tentang emosi di lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang memengaruhi kesehatan mental anak.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya langkah konkret dari dua lingkungan utama yang memengaruhi pertumbuhan anak, yaitu keluarga dan sekolah. Dengan adanya perhatian dan dukungan dari kedua pihak tersebut, diharapkan anak dapat berkembang dengan sehat baik secara fisik maupun mental.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak

  • Perubahan sosial dan teknologi
    Generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan perubahan teknologi dan media sosial. Hal ini memberikan tekanan psikologis yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

  • Tekanan akademis
    Persaingan pendidikan yang tinggi sering kali membuat anak merasa tertekan. Tekanan ini bisa memicu rasa putus asa jika tidak dikelola dengan baik.

  • Kurangnya komunikasi dalam keluarga
    Keluarga yang tidak memiliki komunikasi yang efektif dapat menyebabkan anak merasa tidak didengar atau tidak dipahami, sehingga meningkatkan risiko gangguan mental.

  • Minimnya akses layanan kesehatan mental
    Banyak anak tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan kesehatan mental, termasuk konseling atau bantuan psikologis.

Langkah yang Perlu Dilakukan

  • Peningkatan kesadaran masyarakat
    Edukasi tentang kesehatan mental perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami gejala-gejala gangguan mental dan cara menanganinya.

  • Penguatan peran keluarga
    Orang tua perlu diberikan pelatihan tentang cara mendengarkan dan memahami emosi anak, serta bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman.

  • Integrasi kesehatan mental dalam sistem pendidikan
    Sekolah perlu memasukkan program kesehatan mental dalam kurikulum, sehingga siswa dapat belajar mengelola emosi dan stres.

  • Pembentukan jaringan dukungan
    Pembentukan komunitas atau kelompok dukungan yang fokus pada kesehatan mental anak dapat menjadi sarana untuk saling membantu dan berbagi pengalaman.

Dengan adanya langkah-langkah di atas, diharapkan dapat membantu mencegah peningkatan kasus bunuh diri di kalangan anak dan remaja. Pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan mental akan menjadi fondasi penting dalam menjaga kesejahteraan anak di masa depan.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar