Polri Perkuat Tindakan Preemptif dengan Revitalisasi AI di STIK

Polri Perkuat Tindakan Preemptif dengan Revitalisasi AI di STIK

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Polri Perkuat Tindakan Preemptif dengan Revitalisasi AI di STIK yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Strategis STIK Lemdiklat Polri dalam Transformasi Digital Polri

Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri semakin memperkuat perannya sebagai bagian penting dari transformasi Polri menuju era digital yang prediktif, responsif, dan transparan berkeadilan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan merevitalisasi fungsi Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat tindakan preemptif dan preventif dalam fungsi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Menurut Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri, Kombes (purn) Slamet Riyadi, Polri dituntut untuk mampu melakukan pendekatan yang prediktif dan humanis. Ia menjelaskan bahwa dalam menghadapi dinamika kejahatan modern dan kompleksitas sosial yang semakin tinggi, Polri tidak hanya harus reaktif dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu melakukan pendekatan prediktif dan humanis.

Pemanfaatan AI sebagai Langkah Strategis

Pemanfaatan AI menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat proses deteksi dini dan analisis pola gangguan. Kebijakan revitalisasi fungsi AI di STIK bertujuan menciptakan ekosistem akademik dan operasional yang terintegrasi antara pendidikan, penelitian, dan kebijakan kepolisian. Hal ini memberikan dampak positif terhadap kemampuan Polri dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Berdasarkan analisis SWOT, STIK merumuskan empat arah strategi implementasi. Strategi tersebut meliputi:

  • Pemanfaatan kekuatan internal dan peluang eksternal untuk membangun AI Lab Polri-STIK.
  • Memperkuat tata kelola etika AI.
  • Meningkatkan kompetensi SDM.
  • Memperkuat regulasi internal untuk menghindari penyalahgunaan teknologi.

Tujuan Program AI di STIK

Melalui program ini, STIK diharapkan menjadi pusat unggulan riset kebijakan kepolisian berbasis data. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas fungsi preemptif dan preventif Polri, tetapi juga menjadi model bagi pengembangan ‘Smart Policing’ yang sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju ‘Smart Governance’.

Transformasi digital melalui AI merupakan bagian penting dari perjalanan Polri menuju institusi yang Presisi. Dengan dukungan seluruh unsur pendidikan, penelitian, dan kerja sama lintas lembaga, Polri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif, modern, dan humanis.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar