Pertumbuhan Ekonomi 5,04 Persen, Fokus Pemerintah pada Digitalisasi IKM

Pertumbuhan Ekonomi 5,04 Persen, Fokus Pemerintah pada Digitalisasi IKM

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Pertumbuhan Ekonomi 5,04 Persen, Fokus Pemerintah pada Digitalisasi IKM yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.


jabar.aiotrade
, KOTA BOGOR - Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III-2025 Capai 5,04%, Digitalisasi IKM Jadi Fokus Pemerintah

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perekonomian Indonesia pada Triwulan III Tahun 2025 mencatat pertumbuhan solid sebesar 5,04 persen, ditopang oleh kinerja kuat sektor manufaktur yang menyumbang 17,39 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,58 persen. Investasi di sektor ini juga meningkat, mencapai Rp193,4 triliun atau 39,36 persen dari total investasi nasional.

IKM Menjadi Penopang Industri Nasional
Industri Kecil dan Menengah (IKM) tetap memegang peranan strategis dalam menopang sektor manufaktur. Saat ini terdapat 4,43 juta unit IKM atau 99,29 persen dari total unit industri nasional yang menyerap 12,81 juta tenaga kerja. Dengan penetrasi internet yang telah mencapai 229 juta pengguna, percepatan digitalisasi IKM menjadi kebutuhan mendesak.

Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKMA terus memperluas literasi digital lewat program e-Smart IKM, yang telah melatih 31.306 IKM hingga Triwulan III-2025. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Melalui kerja sama dengan MediaWave, kami ingin memastikan IKM Indonesia siap memanfaatkan teknologi AI,” ujar Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, Jumat (14/11).

Skor INDI 4.0 Masih Rendah, SDM Perlu Diperkuat
Self-assessment INDI 4.0 terhadap 204 IKM menunjukkan skor rata-rata 1,45 atau level awal, menandakan perlunya peningkatan kompetensi SDM, pemasaran digital, dan digitalisasi proses produksi. “IKM adalah tulang punggung industri nasional. Karena itu, penguatan SDM, literasi digital, dan keamanan siber menjadi prioritas,” tambah Reni.

Pemanfaatan AI Dorong Produktivitas IKM
Laporan AWS mencatat 59 persen perusahaan pengguna AI mengalami kenaikan pendapatan rata-rata 16 persen. Namun, risiko keamanan siber tetap menjadi tantangan besar, terutama karena sektor manufaktur merupakan target serangan siber tertinggi dunia dengan angka 26 persen.

Kolaborasi Ditjen IKMA dan MediaWave Perluas Akses Teknologi
Untuk mempercepat transformasi digital, Ditjen IKMA menggandeng MediaWave (MWX) guna menghadirkan teknologi AI yang terjangkau dan mudah digunakan oleh pelaku IKM. Menurut Founder dan Chairman MediaWave, Yose Rizal, banyak IKM selama ini belum memiliki akses teknologi yang terintegrasi dan mudah digunakan.

“Teknologi selama ini mahal dan rumit. Dengan AI, pelaku usaha bisa memahami pasar, membaca tren, hingga membuat konten pemasaran hanya dengan mengetik perintah,” jelasnya. Dengan 1,5 juta pelaku IKM yang aktif, Yose menilai peningkatan produktivitas kecil sekalipun memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Penggunaan AI diperkirakan mampu menurunkan biaya 70–80 persen, meningkatkan efisiensi, dan mendorong pertumbuhan penjualan.

Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Digitalisasi IKM

  • Peningkatan Literasi Digital
    Pelatihan dan program seperti e-Smart IKM sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pelaku IKM tentang teknologi digital. Program ini harus terus diperluas agar lebih banyak IKM dapat memanfaatkannya.

  • Kolaborasi dengan Pihak Ketiga
    Kerja sama antara pemerintah dan perusahaan teknologi seperti MediaWave dapat memberikan akses teknologi yang lebih murah dan mudah digunakan. Ini akan mempercepat proses digitalisasi.

  • Penguatan Keamanan Siber
    Dengan semakin tingginya ancaman siber, perlu adanya langkah-langkah penguatan keamanan untuk melindungi data dan operasional IKM.

  • Peningkatan Kompetensi SDM
    Pelatihan keterampilan digital dan manajemen bisnis harus ditingkatkan agar para pelaku IKM mampu bersaing di pasar global.

  • Penggunaan Teknologi AI
    Teknologi AI dapat membantu IKM dalam berbagai aspek, mulai dari analisis pasar hingga pembuatan konten pemasaran. Penggunaannya perlu didorong agar lebih banyak IKM dapat memanfaatkannya.

Manfaat Digitalisasi bagi IKM

  • Peningkatan Efisiensi Operasional
    Digitalisasi memungkinkan IKM untuk mengelola bisnis secara lebih efisien, termasuk dalam hal manajemen inventaris dan pengadaan bahan baku.

  • Peningkatan Penjualan
    Dengan pemanfaatan media digital dan platform e-commerce, IKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan.

  • Peningkatan Kepuasan Pelanggan
    Digitalisasi membantu IKM dalam memberikan layanan yang lebih cepat dan responsif kepada pelanggan, sehingga meningkatkan loyalitas dan reputasi merek.

  • Peningkatan Daya Saing
    Dengan kemampuan digital, IKM dapat bersaing dengan perusahaan besar dan memperluas pangsa pasar mereka.

  • Peningkatan Inovasi
    Teknologi digital memungkinkan IKM untuk mengembangkan produk dan layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar