
Anggota Paguyuban Akademi Rungkad Mengungkap Dugaan Penipuan dan Ancaman
Dua anggota Paguyuban Akademi Rungkad, Younger dan Said, akhirnya memutuskan untuk tampil ke publik setelah menjadi korban dugaan penipuan yang melibatkan Timothy Ronald dan Kalimasada. Mereka juga mengungkap adanya dugaan ancaman yang mereka terima melalui siaran langsung (live) di YouTube.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Younger mengatakan awalnya kesulitan untuk melapor. Ia mengaku sempat takut karena merasa terintimidasi oleh perkataan yang muncul dalam siaran langsung Timothy Ronald.
"Sebelumnya tuh saya takut banget buat laporan. Karena banyak pengancaman dari live-nya di YouTube-nya. Kayak ada member yang rugi komplen lah ke dia, terus langsung bilang bakal diserang pakai tim cyber-nya dia," kata Younger dikutip dari YouTube Curhatbang yang tayang pada Jumat (16/1/2026).
Mereka sempat takut untuk mengambil langkah hukum. Namun, setelah kasus ini viral dan mendapatkan perhatian publik, Younger akhirnya memberanikan diri untuk membuat laporan polisi.
Sementara itu, Said menjelaskan ancaman itu muncul dalam sesi live yang disebut "Margin Call". Dalam sesi tersebut, para anggota yang merasa dirugikan diberi ruang untuk menyampaikan keluhan.
"Jadi ada live namanya Margin Call, bang. Jadi, setiap minggu TR dan K itu selalu live setiap minggu. Nah, di Margin Call itu, ada salah satu member yang merasa dirugikan itu nge-chat soal kerugian," ujar Said.
Namun alih-alih mendapatkan penjelasan, Timothy lewat tim sibernya justru membalasnya dengan kata-kata kasar. Salah satu korban yang mendapatkan ancaman itu, kata Said, bernama Wendi.
Wendi awalnya mengeluh kepada Timothy lantaran dirinya merasa tidak ada satu pun member yang merasa diuntungkan. "Si Wendi ngomong mana buktinya ada membernya untung? terus sama si Timothy diancam untuk dicari. 'Gue bakal cari lu sampai kemanapun sama tim cyber'. Digoblok-goblokin sama dia," kata Said menjelaskan.
Sampai saat ini, laporan Younger telah diterima pihak kepolisian dan masih dalam pendalaman. Mereka berharap aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas dugaan penipuan serta intimidasi dan memberikan efek jera terhadap Timothy dan Kalimasada.
Laporan Terhadap Influencer Timothy Ronald
Sebelumnya diberitakan, Influencer Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi kripto. Timothy dilaporkan oleh korban berinisial Y. Polda Metro Jaya membernarkan adanya laporan tersebut.
"Benar ada laporan terkait Kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Senin (12/1/2026).
Dalam laporannya, korban mengaku bahwa mulanya ia ditawari trading kripto. Pada Januari 2024, korban diberikan sinyal untuk membeli coin manta dengan iming-iming janji meningkat 300-500 persen. Korban lalu membeli coin manta sebesar Rp 3 miliar. Namun, harga coin manta justru turun dan korban merasa dirugikan hingga memutuskan membuat laporan.
Polisi pun akan menindaklanjuti laporan korban dengan memeriksa saksi-saksi dan barang bukti yang diperoleh. "Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang klarifikasi pelapor dan menganalisa barang buktinya," ujar Budi.
Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Selain laporan Younger dan Said, kasus ini juga menimbulkan perhatian besar dari masyarakat. Para korban berharap agar aparat penegak hukum dapat segera mengungkap fakta-fakta yang tersembunyi dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Beberapa pihak yang terlibat dalam kasus ini, termasuk Timothy Ronald dan Kalimasada, masih dalam proses penyelidikan. Polisi akan terus memperkuat bukti-bukti yang ada agar dapat menetapkan status hukum terhadap tersangka.
Komentar
Kirim Komentar