Peneliti Unsoed Ciptakan Teknologi MOCAF: Inovasi Pangan Alternatif dari Singkong yang Tembus Pasar

Peneliti Unsoed Ciptakan Teknologi MOCAF: Inovasi Pangan Alternatif dari Singkong yang Tembus Pasar

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Peneliti Unsoed Ciptakan Teknologi MOCAF: Inovasi Pangan Alternatif dari Singkong yang Tembus Pasar yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Peneliti Unsoed Ciptakan Teknologi MOCAF: Inovasi Pangan Alternatif dari Singkong yang Tembus Pasar Ekspor

Inovasi MOCAF: Tepung Singkong Termodifikasi yang Mengubah Nasib Petani dan UMKM

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi pangan lokal melalui pengembangan MOCAF (Modified Cassava Flour) atau tepung singkong termodifikasi. Inovasi ini menjadi salah satu contoh nyata dari upaya hilirisasi riset yang berdampak langsung pada masyarakat.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

MOCAF dikembangkan oleh Dr. Santi Dwi Astuti, STP., M.Si., dosen Fakultas Pertanian Unsoed. Ia menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk tanggung jawab universitas dalam menjawab tantangan ketahanan pangan nasional. “Umbi-umbian seperti singkong memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat dan alternatif pangan masa depan. Melalui teknologi MOCAF, kami ingin mengubah singkong yang dulu dianggap bahan pangan kelas dua menjadi produk berkualitas tinggi yang bernilai ekonomi besar,” ujarnya.

Teknologi MOCAF menggunakan proses fermentasi terkendali dengan inokulum BIMO-CF. Proses ini menghasilkan tepung singkong yang memiliki beberapa keunggulan, antara lain bebas gluten, tinggi serat pangan, rendah gula, serta dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam berbagai produk olahan makanan. Keunggulan ini membuat MOCAF sangat diminati baik di pasar lokal maupun internasional.

Program pengembangan MOCAF tidak hanya berlangsung di laboratorium, tetapi juga melibatkan masyarakat. Dr. Santi bersama timnya telah melibatkan lebih dari 1.000 masyarakat, termasuk kelompok UMKM, petani, dan kader PKK di tiga wilayah binaan. Tujuan utamanya adalah agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam proses inovasi. “Kami mendampingi mereka dari tahap produksi hingga pemasaran,” tambahnya.

Dari pendampingan tersebut, masyarakat berhasil menciptakan berbagai produk olahan berbasis MOCAF, seperti cookies, biskuit, egg roll, brownies, dan pie. Produk-produk ini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga mulai dilirik oleh pasar luar negeri. “Kami bersyukur, hasil inovasi bersama masyarakat kini sudah bisa menembus pasar ekspor, salah satunya ke Dubai. Ini bukti bahwa produk lokal, jika dikelola dengan teknologi dan standar yang baik, mampu bersaing di kancah global,” ujar Dr. Santi.

Selain memberikan manfaat ekonomi, penerapan teknologi MOCAF juga membawa perubahan pola pikir masyarakat desa. Mereka kini lebih percaya diri mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai jual tinggi. “Kami ingin hilirisasi riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah saja, tetapi benar-benar memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Teknologi MOCAF yang dikembangkan peneliti Unsoed ini juga terbukti meningkatkan efisiensi dan konsistensi kualitas produksi, menjadikan proses pengolahan singkong lebih higienis, cepat, dan berdaya saing. Penelitian dan program pendampingan ini telah diimplementasikan di berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, dan wilayah lainnya.

Melalui inisiatif itu, Unsoed membuktikan perannya sebagai “kampus berdampak” yang mendorong kemajuan desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Unsoed berdampak, desa bergerak. Kami ingin riset kampus hadir di tengah masyarakat dan menjadi energi perubahan,” tutup Dr. Santi.



Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar