Proyeksi Puncak Arus Mudik dan Balik pada Nataru 2025/2026
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memproyeksikan adanya dua kali puncak arus mudik atau perjalanan pada periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Proyeksi tersebut tercantum dalam survei Potensi Pergerakan Orang pada Masa Nataru 2025/2026 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub bekerja sama dengan BPS, Kemenkomdigi, dan Akademisi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
"Hasil survei kemungkinan bahwa puncak itu akan terjadi pada dua (waktu), tanggal 20 Desember dan puncak kedua adalah tanggal 24 Desember 2025," ujar Dudy dalam media briefing di Jakarta.

Proyeksi Puncak Arus Balik
Hal sama juga terjadi pada proyeksi puncak arus balik mudik atau liburan Nataru 2025/2026. Dudy mengungkapkan, proyeksi puncak arus balik atau liburan pada momen tersebut pada 1 dan 4 Januari 2026.
"Memang kalau puncaknya, kalau kita melihat dari sini seperti tanggal 31, kita sudah mulai mengantisipasi arus baliknya," kata dia.
Jumlah Penduduk yang Akan Berpergian Selama Nataru
Survei yang sama juga memproyeksikan bakal ada 119,5 juta penduduk Indonesia yang akan melakukan perjalanan selama libur Nataru 2025/2026.
"Berdasarkan survei kita untuk Nataru tahun 2025 itu bahwa yang akan melakukan perjalanan itu adalah sebesar 119,50 juta penduduk atau 42,01 persen dari total penduduk Indonesia," ujar Dudy.
Dari angka tersebut, sekitar 21,8 persen atau 60,53 juta akan melakukan perjalanan untuk dua event, yakni Natal dan Tahun Baru.
"Kemudian ada 7,09 persen atau 20,17 juta itu akan melakukan perjalanan di Natal saja. Kemudian ada 13,64 persen atau 38,80 juta itu akan melakukan perjalanan di Tahun Baru saja," kata Dudy.

Moda Transportasi yang Paling Favorit
Survei Kemenhub juga menemukan, moda transportasi yang paling favorit digunakan dalam momen Nataru 2025/2026 ada kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua.
"Pilihan moda transportasi paling besar adalah mobil pribadi sebesar 42,78 persen atau sekitar 51,12 juta orang. Selanjutnya disusul oleh sepeda motor 18,41 persen (22 juta orang," ujar Dudy.
Setelah itu ada yang menggunakan bus sebesar 8,17 persen atau 9,76 juta orang, mobil sewa sebesar 7,43 persen atau 8,87 juta orang, dan mobil travel sebesar 6,39 persen atau 7,64 juta orang.

Alasan Dominasi Kendaraan Pribadi
Menhub Ungkap Alasan Dominasi Kendaraan Pribadi pada Nataru 2025/2026
119,5 Juta Orang Diperkirakan Lakukan Perjalanan Selama Nataru
Daftar Tol dan Non-Tol yang Kena Pembatasan Angkutan Barang Nataru
Komentar
Kirim Komentar