Mendag Dorong Pasar Tradisional Gunakan QRIS

Mendag Dorong Pasar Tradisional Gunakan QRIS

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Mendag Dorong Pasar Tradisional Gunakan QRIS yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menteri Perdagangan Dorong Penggunaan QRIS di Pasar Tradisional

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan harapan agar pasar tradisional dapat menerima pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menerapkan konsep omnichannel di pasar-pasar tradisional.

Budi menjelaskan bahwa saat ini banyak masyarakat yang lebih memilih berbelanja secara digital menggunakan QRIS, daripada membawa uang tunai. Oleh karena itu, ia berharap para pedagang pasar juga bisa mengikuti tren tersebut.

“Kami ajari pedagang pasar untuk bisa menerima pembelian melalui QRIS, karena sekarang orang sudah berbelanja secara digital, tidak bawa uang cash, tapi cukup bawa handphone untuk belanja,” kata Budi usai meninjau Pasar Sememi Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 13 November 2025.

Budi menambahkan bahwa sebagian pasar tradisional telah dibina untuk menggunakan pembayaran melalui QRIS. Salah satu contohnya adalah Pasar Sememi Surabaya yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim dalam penggunaan QRIS.

Konsep Omnichannel di Pasar Tradisional

Ke depan, Budi ingin konsep omnichannel diterapkan di pasar tradisional Indonesia. Konsep ini merupakan strategi pemasaran yang mengintegrasikan penjualan secara online dan offline. Dengan adanya konsep ini, pasar tradisional dapat tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.

Menurut Budi, pasar tradisional yang menggunakan konsep omnichannel biasanya terlihat sepi. Namun, transaksinya tetap tinggi karena pembelian bisa dilakukan secara online.

“Secara fisik, pasarnya ada, tetapi yang datang kebanyakan ojek online karena pembeliannya bisa online. Jadi pasarnya kelihatan sepi, tetapi transaksinya tetap berjalan,” ucap politikus Partai Amanat Nasional itu.

Program Gerakan Membersihkan Pasar Nusantara

Selain fokus pada pembayaran digital, Budi juga menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan saat ini memiliki program Gerakan Membersihkan Pasar Nusantara. Program ini merupakan kolaborasi antara Kemendag, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Pemerintah Daerah.

Tujuan dari program ini adalah agar pasar tradisional terbebas dari sampah. Salah satu bentuknya adalah gerakan membersihkan dan memilah sampah di pasar tradisional.

“Kami membina pedagang pasar tentang cara membersihkan, mengumpulkan, dan menyerahkan sampahnya. Seperti Pasar Sememi yang sudah ada waste station,” tandasnya.

Program ini bertujuan agar sampah bisa dipilah dan didaur ulang kembali. Selain itu, program ini juga bertujuan agar masyarakat merasa nyaman berbelanja di pasar tradisional.

Tantangan dan Peluang di Pasar Tradisional

Pasar tradisional masih menjadi bagian penting dari ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan sering kali menghambat perkembangan pasar-pasar ini.

Dengan adanya inisiatif seperti penggunaan QRIS dan program kebersihan, diharapkan pasar tradisional dapat tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dinamis dan ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, pasar tradisional juga memiliki potensi besar untuk menjadi tempat yang lebih modern dan efisien, tanpa kehilangan ciri khasnya sebagai pusat jual beli yang hangat dan personal.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari pedagang serta masyarakat, pasar tradisional dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar