Lambung atau Jantung? Mana yang Perlu Diperiksa Lebih Dahulu Saat Nyeri Dada?

Lambung atau Jantung? Mana yang Perlu Diperiksa Lebih Dahulu Saat Nyeri Dada?

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Lambung atau Jantung? Mana yang Perlu Diperiksa Lebih Dahulu Saat Nyeri Dada?, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pentingnya Memeriksa Jantung Sebelum Mengira-Nira Penyebab Nyeri Dada

Nyeri dada sering kali dianggap sebagai gejala dari gangguan lambung. Namun, faktanya, rasa nyeri yang muncul di bagian kiri atau tengah dada bisa jadi tanda awal dari masalah jantung. Hal ini perlu dipahami dengan baik karena kesamaan gejala antara penyakit lambung dan jantung sering kali memicu kesalahan dalam diagnosis.

Gejala yang Sama, Risiko yang Berbeda

Rasa nyeri dada bisa terasa seperti menusuk atau terbakar, bahkan menjalar hingga ke tulang belikat. Gejala ini bisa muncul baik akibat gangguan lambung maupun masalah pada jantung. Namun, meskipun sama-sama menyebabkan ketidaknyamanan, risiko yang ditimbulkan sangat berbeda. Penyakit lambung umumnya tidak sampai menyebabkan kematian mendadak, sedangkan gangguan pada jantung bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Menurut dr. Sebastian Andy, Sp. JP, Subsp. Ar(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia dari Primaya Hospitals, banyak pasien langsung fokus mengobati lambung tanpa memeriksakan jantung terlebih dahulu. Padahal, hal ini bisa berisiko tinggi.

Pemeriksaan Dasar untuk Mengetahui Kondisi Jantung

Pemeriksaan dasar seperti rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat. Jika hasilnya belum jelas, pemeriksaan treadmill test bisa dilanjutkan. Metode ini melibatkan pemacuan jantung untuk melihat perubahan yang terjadi.

"Jika rekam jantung belum ada diagnosis, kita bisa periksa dengan simptom kedua, treadmill test. Jadi jantungnya kita picu, dan kita lihat perubahannya," jelas dr. Sebastian.

Prinsip "Logika Fatal" dalam Pemeriksaan

Dr. Sebastian menekankan pentingnya mengikuti prinsip "logika fatal", yaitu memastikan kondisi yang paling berisiko terhadap nyawa lebih dulu. Dengan demikian, jantung harus diperiksa terlebih dahulu sebelum lambung.

"Kita pikirkan dulu ya logika fatal dulu. Sampai jelas dulu jantungnya beres, baru obati lambungnya. Tapi jangan dibalik. Selama ini, penyakit jantung malah diobati dengan obat lambung. Mau dikasih (obat) se-truk juga nggak bakal sembuh, karena penyakitnya beda," katanya.

Prioritas yang Harus Diutamakan

Gangguan lambung dan jantung sama-sama bisa menyebabkan nyeri dada, tetapi jantung selalu harus diperiksa terlebih dahulu karena menyangkut keselamatan jiwa. Jangan sampai penyakit jantung diabaikan hanya karena mengira-nira bahwa asam lambung naik.

"Jangan sampai penyakit jantungnya malah diabaikan. Kita terus-menerus obati lambung, padahal enggak ada perbaikan dari situ," ujarnya.

Dengan kata lain, ketika dada terasa nyeri, terlebih lagi di bagian kiri atau tengah, jangan buru-buru menyimpulkan vonis kalau asam lambung naik. Pastikan dulu jantung dalam keadaan baik, baru cari penyebab lainnya. Sebab, dalam kondisi antara lambung dan jantung, yang harus lebih dulu diperiksa sudah jelas jantung.

"Kalau penyakitnya pas, obatnya pas, sembuh dia, ada respons gitu. Cuma itu dia, pikirkan lah lebih dulu penyakit jantungnya," tegas dr. Sebastian.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar