
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Mekanisme Proof of Reserve (PoR) sebagai Fondasi Transparansi di Industri Kripto
Di tengah pertumbuhan pesat aset kripto di Indonesia, isu transparansi dan keamanan dana nasabah kembali menjadi perhatian utama. Salah satu inovasi yang saat ini mendapat perhatian adalah penerapan Proof of Reserve (PoR). Bukan sekadar teknologi, PoR kini dianggap sebagai fondasi penting dalam tata kelola bursa kripto untuk menjaga kepercayaan pasar dan meminimalkan risiko sistemik.
Pengamat pasar mata uang dan aset digital, Ibrahim Assuaibi, menilai bahwa PoR menjadi standar baru transparansi industri. Melalui mekanisme ini, publik dan regulator dapat memverifikasi secara terbuka bahwa aset nasabah benar-benar tersedia secara utuh dan tidak digunakan untuk kepentingan lain yang berisiko.
“Proof of Reserve adalah fondasi utama bagi ekosistem kripto yang sehat, bukan sekadar kewajiban teknis. Ini penting untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik,” ujar Ibrahim.
Ia menekankan bahwa efektivitas PoR akan semakin kuat jika diselaraskan dengan kerangka regulasi formal. Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) dinilai menjadi payung hukum krusial yang mempertegas peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pengawasan industri kripto.
Integrasi prinsip transparansi seperti PoR ke dalam implementasi UU P2SK diyakini dapat menekan potensi penyalahgunaan dana nasabah, memperkuat akuntabilitas pelaku usaha, serta menjaga likuiditas bursa saat pasar bergejolak.
Indodax sebagai Contoh Bursa Kripto yang Terapkan PoR
Di dalam negeri, Indodax diklaim menjadi satu-satunya bursa kripto yang telah menerapkan PoR terverifikasi pada sistem blockchain global. Hingga pertengahan Januari 2026, total nilai PoR Indodax mencapai Rp13,5 triliun.
Data tersebut ditampilkan melalui fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap dan dapat diverifikasi publik secara on-chain, menegaskan komitmen perusahaan menjaga cadangan aset nasabah dengan rasio 1:1.
Dukungan terhadap penguatan regulasi juga datang dari parlemen. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan perlindungan konsumen menjadi fokus utama dalam revisi UU P2SK.
“Semangat revisi UU P2SK adalah melindungi konsumen dan memastikan pengawasan yang transparan. Industri kripto wajib dijalankan dengan tata kelola yang kuat karena kini telah diakui sebagai aset keuangan,” kata Misbakhun.
Ia menambahkan, transparansi transaksi adalah harga mati untuk menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan publik.
Cara Kerja Proof of Reserve (PoR)
Secara teknis, PoR bekerja dengan metode kriptografis yang memungkinkan pembuktian cadangan aset tanpa membuka data sensitif pengguna. Audit independen dilakukan secara berkala untuk memastikan aset yang disimpan setara atau lebih besar dari kewajiban kepada nasabah.
Meski bukan solusi tunggal atas seluruh risiko, PoR dipandang sebagai langkah strategis membangun ekosistem kripto yang lebih transparan, kredibel, dan berkelanjutan.
Masa Depan Industri Kripto dengan Regulasi dan Teknologi
Ke depan, kombinasi inovasi teknologi seperti PoR dan ketegasan regulasi melalui UU P2SK diyakini akan menjadi kunci memperkuat daya saing industri kripto nasional sekaligus melindungi investor di tengah dinamika pasar global.
Dengan adanya mekanisme transparansi seperti PoR dan kerangka regulasi yang jelas, industri kripto di Indonesia diharapkan dapat berkembang lebih stabil dan aman, memberikan rasa percaya kepada para pemain dan investor.
Komentar
Kirim Komentar