Indonesia Jadi Pemimpin Fintech Global

Indonesia Jadi Pemimpin Fintech Global

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Indonesia Jadi Pemimpin Fintech Global yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Indonesia Jadi Pemimpin Fintech Global

Indonesia Harus Jadi Pemimpin di Sektor Fintech

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Pandu Patria Sjahrir, menyatakan bahwa saat ini Indonesia sudah tiba waktunya menjadi pemimpin dalam sektor financial technology (fintech). Hal ini didorong oleh pesatnya perkembangan industri keuangan digital nasional.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pandu menegaskan bahwa di sektor fintech, Indonesia harus memimpin, bukan hanya mengikuti (follower). Menjadi pemain utama dan penentu standar masa depan fintech di Asia adalah tujuan yang harus dicapai.

“Di sektor fintech, Indonesia harus memimpin, bukan lagi mengikuti (follower). Menjadi pemain utama dan penentu standar masa depan fintech di Asia,” ujar Pandu pada acara pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 di Jakarta, Selasa 11 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa digital merupakan fondasi kedaulatan negara di era modern. Namun, ia tidak menampik adanya tantangan fraud yang mengancam keamanan digital. Karena itu, BFN tahun ini menggaungkan kampanye #FintechAmanTepercaya dengan mendasarkan pada nilai-nilai kepercayaan.

“Sepanjang Bulan Fintech Nasional, yaitu 11.11 (11 November) sampai 12.12 (12 Desember), penyelenggara fintech dan pelaku usaha semua berkomitmen membangun layanan keuangan digital yang tumbuh karena dipercaya, bukan karena hanya populer. Tanpa kepercayaan, fintech itu tidak berarti. Dengan kepercayaan, fintech akan menjadi kekuatan bangsa,” katanya.

Menurut Pandu, kepercayaan merupakan modal utama untuk membangun keberlanjutan di industri fintech yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Dengan adanya confidence, kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8%,” ujarnya.

Tantangan Literasi dan Kepercayaan Publik

BFN 2025 menargetkan lebih dari 10 juta masyarakat. Menurut Laporan Annual Members Survey (AMS) 2024–2025, adopsi fintech di Indonesia terus meningkat pesat, tapi masih dihadapkan pada tantangan literasi dan kepercayaan publik.

Ketua Dewan Pengawas Aftech, Arsjad Rasyid, menegaskan bahwa fintech telah menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi Indonesia. Fintech berperan sebagai jembatan antara inovasi digital dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

  • Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh Aftech untuk meningkatkan literasi dan kepercayaan publik:
  • Membuat program edukasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
  • Menggalakkan kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat.
  • Memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan instansi terkait dalam pengaturan regulasi fintech.

Peran Fintech dalam Pertumbuhan Ekonomi

Fintech tidak hanya menjadi alat transaksi digital, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi. Dengan adanya inovasi teknologi, akses ke layanan keuangan semakin mudah dan merata. Hal ini membantu mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Dalam konteks global, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu negara yang menjadi pusat inovasi fintech. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan infrastruktur yang semakin baik, Indonesia siap bersaing dengan negara-negara lain di kawasan Asia.

Langkah Konkret untuk Mencapai Tujuan

Untuk mencapai visi tersebut, Aftech dan mitra-mitranya telah merancang beberapa langkah strategis. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pengembangan platform fintech yang aman dan terpercaya.
  • Penyediaan pelatihan dan sertifikasi bagi para pelaku usaha.
  • Penguatan sistem pengawasan dan regulasi untuk memastikan keamanan dan keandalan layanan.

Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi yang baik, Indonesia dapat menjadi pemimpin di sektor fintech. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi rakyat dan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar