
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perawatan Mobil Diesel yang Tidak Boleh Diabaikan
Mobil diesel sering dianggap lebih rumit dalam perawatannya dibanding mobil bensin. Namun, sebenarnya sebagian besar masalah yang muncul bukan karena mesinnya lebih kompleks, melainkan karena kebiasaan pengguna yang terlambat melakukan servis atau tidak mengikuti jadwal perawatan dengan benar. Salah satu komponen yang sering diabaikan adalah filter bahan bakar (filter solar), padahal fungsinya sangat penting untuk menjaga sistem injeksi tetap bersih dan sehat.
Esa, pemilik Esa Diesel Specialist Injector Common Rail, menjelaskan bahwa pergantian filter bahan bakar pada mobil diesel tidak bisa disamakan dengan mobil bensin. Ia menegaskan bahwa setiap pengguna harus memperhatikan jenis bahan bakar yang digunakan dan menyesuaikan jadwal penggantian filter sesuai kondisi tersebut.
“Untuk penggunaan biosolar, disarankan mengganti filter setiap 5.000 kilometer. Banyak pengguna tidak tahu cara merawat filter, oli, dan komponen lainnya. Mereka cenderung mengikuti panduan dealer atau jadwal 10.000 kilometer, yang justru salah. Akibatnya, mesin sudah rusak karena terlambat diganti,” ujarnya kepada aiotrade.
Biosolar atau solar bersubsidi yang banyak digunakan di Indonesia tidak selalu bersih. Kandungan sulfur, air, serta partikel kotoran masih cukup tinggi. Filter bahan bakar bekerja keras untuk menyaring semua kotoran tersebut sebelum masuk ke injektor. Jika filter tidak diganti secara rutin, maka sistem bahan bakar bisa tersumbat, injektor macet, bahkan berpotensi memicu overheat atau penurunan tenaga mesin.
Esa menjelaskan bahwa kebiasaan telat mengganti filter mirip dengan kebiasaan telat mengganti oli. Keduanya bisa menyebabkan masalah yang merembet ke komponen lain.
“Jika oli diganti setiap 10.000 km, maka oli di dalam mesin akan berubah kekentalannya dan nanti akan menguap. Akibatnya, oli akan berkurang dan akhirnya merusak komponen lainnya,” katanya.
“Itu yang membuat mesin diesel terasa lebih mahal dan perawatannya lebih sulit. Sebenarnya tidak,” lanjutnya.
Berbeda dengan biosolar, bagi pengguna mobil yang menggunakan bahan bakar jenis Dexlite atau Pertamina Dex, penggantian filter bisa dilakukan dengan interval yang lebih lama, yaitu setiap 10.000 kilometer.
“Jika menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex, penggantian filter solar boleh dilakukan setiap 10.000 km,” kata Esa.
Tips Penting untuk Merawat Mobil Diesel
-
Perhatikan Jenis Bahan Bakar
Penggunaan biosolar memerlukan perawatan yang lebih intensif, terutama dalam hal penggantian filter. Sementara itu, pengguna bahan bakar berkualitas seperti Dexlite atau Pertamina Dex dapat mengikuti jadwal penggantian yang lebih jarang. -
Ikuti Panduan Perawatan Sesuai Kondisi
Jangan hanya mengikuti jadwal dari dealer atau buku servis secara mentah. Sesuaikan dengan kondisi penggunaan dan jenis bahan bakar yang digunakan. -
Periksa Secara Berkala
Lakukan pemeriksaan rutin pada filter bahan bakar dan komponen lainnya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. -
Gunakan Oli Berkualitas
Oli yang berkualitas dan diganti sesuai jadwal akan membantu menjaga performa mesin dan mencegah kerusakan pada komponen lain. -
Hindari Penggunaan Bahan Bakar yang Tidak Dianjurkan
Pastikan bahan bakar yang digunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar tidak menyebabkan masalah pada sistem injeksi dan filter.
Dengan memperhatikan tips-tips di atas, pengguna mobil diesel dapat memastikan mesin tetap dalam kondisi baik dan menghindari biaya perbaikan yang lebih besar di masa depan.
Komentar
Kirim Komentar