
Irak Ikuti Jejak Arab Saudi: Diskon Harga Minyak Basrah Medium untuk Pasar Asia
Jakarta - Dalam upaya mempertahankan daya saing di pasar ekspor minyak mentah, terutama di benua Asia yang merupakan konsumen terbesar, Irak melalui State Oil Marketing Organization (SOMO) mengumumkan kebijakan penurunan harga minyak mentah Basrah Medium untuk pengiriman Februari 2026. Langkah strategis ini serupa dengan yang telah diambil oleh Arab Saudi beberapa waktu lalu, menandakan adanya penyesuaian pasar yang signifikan di kalangan produsen minyak Timur Tengah.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Keputusan SOMO ini secara spesifik menargetkan pasar Asia, yang terus menjadi tulang punggung permintaan minyak bagi Irak. Dengan menawarkan harga yang lebih menarik, Irak berupaya memastikan minyaknya tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang terus berubah dan persaingan ketat dari produsen lain.
Penyesuaian Harga Minyak Basrah Medium yang Signifikan
SOMO telah menetapkan diskon harga minyak mentah Basrah Medium untuk pengiriman Februari 2026 sebesar 1,30 dolar AS per barel. Diskon ini dihitung terhadap rata-rata patokan harga minyak Oman/Dubai, yang merupakan acuan penting di pasar Asia. Penyesuaian ini merupakan peningkatan dari diskon yang ditawarkan pada bulan Januari 2026, yang hanya sebesar 1,05 dolar AS per barel. Perubahan ini tercatat dalam daftar harga resmi yang diterbitkan oleh SOMO.
Sementara itu, untuk jenis minyak Basrah Heavy, harga yang ditawarkan kepada pasar Asia tidak mengalami perubahan. Diskon tetap dipertahankan pada angka 3,60 dolar AS per barel. Fokus pada penyesuaian harga untuk Basrah Medium mengindikasikan bahwa jenis minyak inilah yang menjadi prioritas Irak dalam strategi ekspornya saat ini guna menjaga posisi pasar. Penyesuaian ini mencerminkan kalkulasi cermat Irak dalam menghadapi berbagai faktor, mulai dari kualitas minyak, permintaan pasar, hingga kebijakan produksi OPEC+.
Kolaborasi Harga Minyak: Arab Saudi dan Irak Bersatu untuk Daya Saing Asia
Langkah Irak ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, Arab Saudi melalui perusahaan minyak negara, Saudi Aramco, juga telah mengumumkan penurunan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Februari 2026. Penurunan harga yang dilakukan Aramco cukup signifikan, yaitu sebesar 2 dolar AS per barel, sehingga harga jualnya menjadi premi 1,50 dolar AS per barel terhadap patokan Oman/Dubai. Penurunan harga ini merupakan yang terbesar dalam kurun waktu 13 bulan terakhir, dan jelas memberikan tekanan bagi produsen lain, termasuk Irak, untuk turut serta dalam penyesuaian strategi harga mereka.
Respons Irak terhadap langkah Arab Saudi ini adalah dengan menurunkan harga Basrah Medium. Tujuannya adalah untuk tetap relevan dan kompetitif, tidak hanya terhadap minyak dari produsen Timur Tengah lainnya, tetapi juga untuk bersaing dengan peluang arbitrase minyak yang mungkin datang dari kawasan Atlantik. Asia, sebagai pasar utama bagi kedua negara, terus menunjukkan permintaan yang kuat dari kilang-kilang minyak regional.
Meskipun Irak mengikuti tren penurunan harga, besaran diskon yang diberikan sedikit lebih kecil dibandingkan dengan yang ditawarkan Arab Saudi. Perbedaan ini dapat diinterpretasikan sebagai refleksi dari perbedaan kualitas grade minyak yang dijual oleh masing-masing negara.
Seorang sumber yang dekat dengan Aramco, seperti dikutip dari publikasi Asharq Al-Awsat, menyatakan bahwa pemotongan harga ini sejalan dengan ekspektasi pasar. "Para pengelola kilang menginginkan harga yang lebih kompetitif," ujar sumber tersebut, menekankan bahwa permintaan dari sisi pembeli menjadi faktor pendorong utama di balik keputusan ini.
Diskon Menggugah Minat Pembeli Asia di Tengah Kelimpahan Pasokan
Saat ini, kilang-kilang minyak di Asia tengah aktif mencari opsi minyak mentah dengan harga yang lebih bersaing. Kondisi ini diperparah dengan melimpahnya pasokan minyak dari negara-negara anggota OPEC+ dan juga adanya tren pelemahan harga acuan minyak di kawasan Timur Tengah. Dalam konteks inilah, penurunan harga minyak Basrah Medium oleh Irak menjadi sangat menarik bagi para pembeli di Asia, termasuk negara-negara besar seperti China, India, dan negara-negara di Asia Tenggara.
SOMO secara konsisten merilis formula harga bulanan sebagai bagian dari strategi mereka untuk menarik minat pembeli di tengah fluktuasi harga global yang dinamis. Basrah Medium, yang merupakan jenis minyak utama dalam portofolio ekspor Irak, terus mendominasi aliran pasokan minyak ke pasar Asia.
Penetapan diskon sebesar 1,30 dolar AS per barel terhadap patokan regional Oman/Dubai ini bukan sekadar langkah taktis, melainkan juga upaya serius Irak untuk mempertahankan pangsa pasarnya yang berharga. Selain itu, kebijakan ini juga mendukung upaya Irak dalam memenuhi target produksinya sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh OPEC+. Keseimbangan antara menjaga pasar dan mematuhi kesepakatan internasional menjadi kunci dalam strategi energi Irak saat ini.
Komentar
Kirim Komentar