Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp1.600 Triliun, AI Jadi Penggerak Baru

Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp1.600 Triliun, AI Jadi Penggerak Baru

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Ekonomi Digital Indonesia Tembus Rp1.600 Triliun, AI Jadi Penggerak Baru yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia yang Menjanjikan

Ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat dan diperkirakan akan mencapai hampir Rp 1.600 triliun pada tahun 2025. Angka ini setara dengan sekitar USD 100 miliar, berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company. Pertumbuhan ekonomi digital ini menunjukkan peningkatan sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Sektor e-commerce masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital. Nilai transaksi e-commerce diproyeksikan mencapai Rp 1.136 triliun (setara USD 71 miliar) pada tahun depan. Lonjakan ini didorong oleh tren video commerce yang meningkat pesat, dengan volume transaksi naik 90 persen dibanding tahun lalu dan jumlah penjual daring bertambah hingga 800 ribu toko online.

"Konvergensi antara konten dan perdagangan kini tak terelakkan. Indonesia menjadi pasar video commerce terbesar dan tumbuh paling cepat di Asia Tenggara," ujar Veronica Utami, Country Director Google Indonesia di Jakarta, Kamis (13/11).

Selain e-commerce, sektor media digital juga mengalami pertumbuhan signifikan dan kini menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tercepat di Tanah Air. Nilainya diproyeksikan naik 16 persen menjadi sekitar Rp 144 triliun (USD 9 miliar), dengan gaming sebagai kontributor terbesar, menyumbang 40 persen dari total unduhan gim mobile di Asia Tenggara.

Sementara itu, sektor transportasi online dan layanan pesan-antar makanan diperkirakan naik 13 persen, mencapai Rp 160 triliun (USD 10 miliar) pada 2025. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor perjalanan daring (online travel) yang diproyeksikan naik 11 persen menjadi Rp 144 triliun (USD 9 miliar), seiring meningkatnya mobilitas dan kebijakan pemerintah yang memperluas akses visa untuk wisatawan asing, terutama dari Tiongkok dan India.

Peran Penting Sektor Keuangan Digital

Sektor jasa keuangan digital juga mencatat pertumbuhan menonjol dan menjadi pilar penting dalam memperluas inklusi ekonomi di Indonesia. Nilai transaksi digital payment diproyeksikan mencapai Rp 8.608 triliun (USD 538 miliar) pada 2025, tertinggi di Asia Tenggara. Pembiayaan digital tumbuh paling cepat di kawasan dengan laju 29 persen per tahun, dan diperkirakan menembus Rp 208 triliun (USD 13 miliar). Namun, secara keseluruhan, total nilai pinjaman digital Indonesia masih di bawah Malaysia dan Thailand.

"Keberhasilan sektor keuangan digital bergantung pada kepercayaan. Saat ini, hampir separuh konsumen Indonesia masih lebih percaya pada bank tradisional dibanding pemain keuangan digital," ujar Veronica.

Untuk menjembatani kesenjangan ini, pelaku industri diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan ke usaha mikro dan kecil (UMKM) serta membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna melalui layanan yang aman dan transparan.

Kecerdasan Buatan (AI) yang Berkembang Pesat

Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, Indonesia kini juga menonjol dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) di kawasan. Sekitar 80 persen pengguna internet di Indonesia berinteraksi dengan alat berbasis AI setiap hari, tertinggi kedua di Asia Tenggara. Pendapatan dari aplikasi berbasis AI bahkan melonjak 127 persen antara paruh pertama 2024 dan paruh pertama 2025, menjadikan Indonesia sebagai pasar AI dengan pertumbuhan tercepat di kawasan.

Lebih dari sekadar tren teknologi, masyarakat juga semakin aktif meningkatkan keterampilan terkait AI. Sekitar 79 persen pengguna mengaku belajar menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja dan keamanan data.

Namun, investasi modal di sektor AI masih jauh di bawah potensi. Indonesia baru memiliki sekitar 45 startup AI, dengan porsi pendanaan hanya 4 persen dari total investasi kawasan ASEAN-10. Sebagai perbandingan, Singapura memiliki lebih dari 495 startup AI.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Dengan pertumbuhan dua digit di hampir semua sektor, mulai dari e-commerce, media digital, transportasi, hingga AI, Indonesia kini berada di garis depan transformasi ekonomi digital Asia Tenggara. Kombinasi antara tingginya adopsi teknologi, potensi pasar besar, serta peningkatan kepercayaan pengguna disebut menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah ekonomi digital Indonesia menuju era AI-driven economy dalam beberapa tahun ke depan.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar