
Kesehatan dalam Perspektif Islam: Kombinasi Antara Iman dan Imun
Setiap orang pasti menginginkan hidup yang sehat. Namun, seringkali nilai kesehatan baru disadari ketika seseorang mengalami sakit. Padahal, menjaga kesehatan merupakan anugerah besar yang membutuhkan kesadaran dan pengelolaan sejak dini.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dokter dan praktisi kesehatan sunnah, dr. Zaidul Akbar, menekankan bahwa konsep kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga spiritual. Hal tersebut disampaikan melalui tayangan video di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official.
Menurut dr. Zaidul Akbar, segala kondisi yang dialami manusia terjadi atas kehendak Allah SWT, termasuk sakit dan musibah. Meski demikian, manusia tetap diwajibkan untuk berikhtiar menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Konsep kesehatan dalam Islam jika diringkas adalah menjaga iman dan imun,” ujar dr. Zaidul Akbar.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan iman dan daya tahan tubuh memiliki keterkaitan erat. Menjaga imun tidak cukup hanya dengan pola makan dan gaya hidup sehat, tetapi juga harus diiringi dengan keimanan yang kuat dan hati yang tenang.
Pentingnya Meningkatkan Iman
Untuk memperkuat iman, dr. Zaidul Akbar menganjurkan agar seseorang menghiasi hari-harinya dengan aktivitas yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, dan memperbanyak ibadah. Menurutnya, iman yang kokoh tercermin dari sikap yakin, sabar, dan berserah diri kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa iman bersifat dinamis, dapat naik dan turun. Iman akan meningkat melalui ketaatan dan amal kebaikan, sementara maksiat dan dosa dapat menyebabkan iman melemah.
“Kalau tidak bisa terus naik, setidaknya jangan sampai turun,” pesannya.
Kesehatan Mental dan Spiritual di Era Informasi
Dalam konteks kondisi sosial saat ini, dr. Zaidul Akbar menilai banyak orang mudah panik karena tidak siap secara mental dan spiritual menghadapi berbagai informasi. Ketidaksiapan iman dan emosi, menurutnya, terjadi karena fondasi spiritual tidak dibangun sejak awal.
Ia menegaskan bahwa ketenangan batin merupakan salah satu kunci utama kesehatan. Allah SWT akan menurunkan ketenteraman ke dalam hati orang-orang yang beriman. Meski demikian, upaya medis dan ikhtiar fisik tetap diperlukan dan sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.
Perlu Keberlanjutan dalam Menjaga Iman
Menurut dr. Zaidul Akbar, menjaga dan menyegarkan iman perlu dilakukan secara berkelanjutan, sebagaimana yang dicontohkan para ulama terdahulu yang senantiasa memperbaiki diri dan menyesuaikan hidup dengan harmoni alam.
Dengan keseimbangan antara iman dan imun, ia meyakini seseorang dapat menjalani hidup yang lebih sehat, tenang, dan berkualitas.
Komentar
Kirim Komentar