Dosen Polindra Bantu BUMDes Segeran Manfaatkan Teknologi Digital

Dosen Polindra Bantu BUMDes Segeran Manfaatkan Teknologi Digital

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Dosen Polindra Bantu BUMDes Segeran Manfaatkan Teknologi Digital yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Dosen Polindra Bantu BUMDes Segeran Manfaatkan Teknologi Digital

BUMDes Segeran Dibantu Mengembangkan Strategi Pemasaran Digital

Di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih menghadapi tantangan dalam memasarkan produknya ke luar wilayah. Sistem penjualan yang konvensional menjadi salah satu hambatan utama dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini juga dialami oleh BUMDes Segeran, yang memiliki berbagai produk unggulan seperti olahan buah jeruk. Meskipun kualitas produk baik, pemasarannya masih terbatas di lingkup lokal.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Untuk mengatasi masalah tersebut, tim dosen dari Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) melakukan pendampingan dan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital bagi pengelola BUMDes Segeran. Tim ini terdiri dari Rendi, Robieth Sohiburoyyan, dan Salamet Nur Himawan.

Masalah Utama BUMDes Segeran

Rendi menjelaskan bahwa permasalahan utama yang ditemukan adalah keterbatasan BUMDes dalam menjangkau pasar yang lebih luas. “Meski produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai jual yang baik, mereka masih kesulitan dalam memperluas pemasaran,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan pendampingan strategi promosi melalui media sosial dan marketplace. Pengelola BUMDes dibekali pemahaman tentang manajemen media sosial, pembuatan konten promosi, serta desain iklan dan poster digital yang menarik.

Pelibatan Praktisi Pemasaran

Robieth Sohiburoyyan menambahkan bahwa pendampingan turut melibatkan praktisi pemasaran berpengalaman agar ibu-ibu pengelola BUMDes dapat belajar langsung dari ahlinya. “Kami ingin ibu-ibu pengelola BUMDes tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung cara memasarkan produk secara digital,” katanya.

Selain pelatihan pemasaran, tim dosen Polindra juga mengembangkan sistem berbasis web berupa aplikasi Point of Sales atau kasir digital. Sistem ini dirancang untuk membantu pengelola BUMDes dalam mengelola stok barang serta mencatat transaksi penjualan secara lebih tertib dan efisien, termasuk memperluas jangkauan pasar.

Keuntungan Sistem Digital

Sistem ini diharapkan membuat pengelolaan produk menjadi lebih rapi dan terdata. “Harapan kami, pemasaran produk BUMDes tidak lagi terbatas di Desa Segeran saja, tetapi bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan nasional,” ujar Salamet Nur Himawan.

Para pengelola BUMDes Segeran tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka juga mendapatkan pelatihan langsung penggunaan sistem Point Of Sales. Diharapkan peralihan penjualan menjadi digital ini membuat produk usaha BUMDes Segeran makin dikenal oleh publik.

Langkah Berikutnya

Ke depan, tim dosen Polindra berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di BUMDes lain di Kabupaten Indramayu. Pelatihan berkelanjutan ini dinilai penting agar pengelola BUMDes semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu bersaing di tengah tantangan pasar yang makin modern.



Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar