Deklarasi AMDATARA Jadi Pelopor Kebangkitan dan Inovasi Berkelanjutan Industri AMDK Indonesia

Deklarasi AMDATARA Jadi Pelopor Kebangkitan dan Inovasi Berkelanjutan Industri AMDK Indonesia

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Deklarasi AMDATARA Jadi Pelopor Kebangkitan dan Inovasi Berkelanjutan Industri AMDK Indonesia yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Deklarasi AMDATARA Jadi Pelopor Kebangkitan dan Inovasi Berkelanjutan Industri AMDK Indonesia

Pengukuhan AMDATARA sebagai Asosiasi Industri AMDK yang Berkelanjutan

Pada hari Selasa, 16 Desember 2025, di Jakarta, AMDATARA (Perkumpulan Usaha Air Dalam Kemasan Nusantara) secara resmi dideklarasikan sebagai asosiasi resmi dari industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Deklarasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antar pelaku industri, mendorong inovasi, serta menjaga keberlanjutan sektor AMDK yang menjadi pilar utama dalam industri makanan dan minuman di Indonesia.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sejak awalnya berdiri pada tahun 1973 dengan hanya satu pabrik dan kapasitas produksi 6 juta liter per tahun, industri AMDK kini telah berkembang pesat. Saat ini, terdapat sebanyak 707 pabrik dengan lebih dari 2.000 merek, serta total kapasitas produksi hingga 47 miliar liter per tahun. Pertumbuhan rata-rata industri ini mencapai 5-8% per tahun, dengan nilai pasar yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

Industri ini juga turut menyerap hingga 46.000 tenaga kerja langsung, serta memberikan kontribusi signifikan dalam ekspor makanan dan minuman. Tingkat utilisasi industri ini selama lima tahun terakhir mencapai lebih dari 70%, menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

Faktor-faktor seperti pertambahan penduduk, urbanisasi, perubahan gaya hidup, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan telah membuat AMDK menjadi solusi utama untuk hidrasi yang aman dan higienis. Terutama di segmen air mineral, air mineral alami, dan air demineral sesuai regulasi BPOM.

Namun, meskipun tumbuh pesat, industri AMDK menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tantangan tersebut mencakup implementasi SNI wajib, persepsi publik tentang pengelolaan sumber daya air, regulasi migrasi BPA pada kemasan, ketidaksinkronan regulasi pusat dan daerah, pengelolaan sampah kemasan, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR), pajak air, serta kompetisi ketat di pasar. Selain itu, industri ini juga harus siap menghadapi tren seperti penerapan ekonomi sirkular, digitalisasi, dan sertifikasi halal.

"AMDATARA berdiri sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah resmi yang menyatukan pelaku industri untuk menghadapi dinamika tersebut," ujar Ketua Umum Terpilih AMDATARA, Karyanto Wibowo.

Ia melanjutkan bahwa AMDATARA bertujuan untuk membangun kolaborasi solid, memastikan kepatuhan regulasi, serta mendorong inovasi agar kualitas produk tetap terjaga dan kontribusi positif terhadap lingkungan serta masyarakat dapat tercapai.

Peran AMDATARA dalam Mendorong Kolaborasi dan Inovasi

AMDATARA akan berperan sebagai platform kolaborasi antar anggota, advokasi kebijakan dengan pemerintah, edukasi publik tentang hidrasi sehat, pengelolaan sumber daya air, serta standardisasi kualitas melalui SNI dan sertifikasi. Selain itu, AMDATARA juga berkomitmen untuk mendukung transformasi industri menuju era 4.0, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta sinergi lintas sektor untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

Deklarasi AMDATARA dihadiri oleh puluhan perwakilan anggota dari seluruh Indonesia, termasuk dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, serta beberapa daerah lain di Indonesia yang hadir melalui kanal online.

Dalam sambutan pembuka, Ir. Merrijantij Punguan Pitaria, M.Si., Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar di Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan industri AMDK yang memiliki dampak positif terhadap sektor perekonomian lainnya seperti jasa transportasi, penjualan retail, dan industri pendukung lainnya.

Asosiasi, kata dia, memiliki peran strategis dalam menyinergikan pelaku industri dengan kebijakan pemerintah. "Melalui kolaborasi yang konsisten, kita dapat mendorong transformasi menuju industri yang berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Merrijantij.

Struktur Keanggotaan dan Penghargaan

Karyanto Wibowo terpilih sebagai Ketua Umum AMDATARA, sementara Brigjen. (Purn.) Drs. Manahan Daulay ditunjuk sebagai Dewan Pengawas. Deklarasi juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah lintas Kementerian, Asosiasi, dan Mitra Strategis lainnya, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.

AMDATARA turut mengangkat Dewan Pakar yang terdiri dari para ahli ternama, seperti:

  • Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Hendrayana, IPU., ahli air tanah dari Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada.
  • Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, SpGK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sebagai ahli hidrasi.
  • Prof. Dr. Nugraha Edhi Suyatma, S.T.P., DEA dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor sebagai ahli kemasan pangan.
  • Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, M.S dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor sebagai ahli nutrisi.

Selain itu, AMDATARA memberikan penghargaan sebagai Anggota Kehormatan kepada Pris Polly Lengkong, Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia, dan Erik Garnadi, Ketua Umum Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang Indonesia (ASDAMINDO), atas kontribusi mereka dalam mendukung ekosistem industri air minum kemasan di Indonesia.

"Kami yakin AMDATARA akan menjadi katalisator bagi kemajuan industri AMDK, dengan fokus pada kolaborasi, integritas, dan keberlanjutan. Bersama, kita dapat mengatasi tantangan dan membangun masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia," tutup Karyanto.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar