Dana Rp 23,37 Triliun untuk Bantu Petani Hadapi Cuaca Ekstrem

Dana Rp 23,37 Triliun untuk Bantu Petani Hadapi Cuaca Ekstrem

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Dana Rp 23,37 Triliun untuk Bantu Petani Hadapi Cuaca Ekstrem yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Inisiatif Baru dari Yayasan Bill Gates untuk Membantu Petani di Wilayah Terdampak Iklim

Yayasan milik miliarder Bill Gates, yang dikenal sebagai Gates Foundation, akan menginvestasikan setidaknya US$ 1,4 miliar (Rp 23,37 triliun, kurs Rp 16.700/US$) selama empat tahun ke depan. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu petani di sub-Sahara Afrika dan Asia dalam mengakses teknologi yang dapat membantu mereka beradaptasi dengan cuaca ekstrem.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menjelaskan kepada Reuters bahwa pendanaan ini akan digunakan untuk inovasi seperti pemetaan kesehatan tanah dan biofertiliser yang menggunakan mikroorganisme alih-alih bahan kimia untuk mendorong pertumbuhan tanaman. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dan ketahanan pangan di wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.

Pekan lalu, Gates menyerukan perubahan strategi iklim, dari fokus pada target emisi menjadi membantu masyarakat miskin yang semakin menanggung beban cuaca ekstrem dan dampak iklim lainnya. Suzman menyatakan bahwa orang-orang ini memberikan kontribusi sangat kecil terhadap emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim, tetapi mereka paling terkena dampaknya karena dampak iklim tersebut benar-benar memengaruhi kemampuan mereka untuk memberi makan diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

Suzman menambahkan bahwa cuaca ekstrem yang dipicu oleh iklim menjadi ancaman yang meningkat terhadap hasil panen dan ketahanan pangan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendesak lebih banyak perlindungan untuk pertanian seiring dengan meningkatnya pemanasan global.

Sebuah laporan oleh lebih dari 20 organisasi, termasuk konsultan Systemiq, menemukan bahwa ketahanan tanaman merupakan salah satu bidang investasi yang paling berdampak perubahan iklim. Laporan tersebut menyebutkan adanya kebutuhan luas untuk varietas tanaman yang tahan iklim, prakiraan cuaca yang lebih baik, dan inovasi seperti pemetaan dan panduan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Teknologi Pertanian Masa Depan

International Potato Center, salah satu organisasi yang sebelumnya menerima manfaat dari pendanaan Gates Foundation, meluncurkan varietas kentang yang baru dibudidayakan yang tahan terhadap penyakit busuk daun. Penyakit ini menyebar ke dataran tinggi seiring dengan meningkatnya suhu global.

"Kentang baru ini dikembangkan di Peru dengan mengidentifikasi kentang liar yang memiliki ketahanan terhadap penyakit dan menggabungkan ketahanan ini ke dalam varietas yang dibudidayakan," kata salah seorang peneliti perusahaan, Thiago Mendes, pada Kamis (6/11).

Penerima lainnya, TomorrowNow, mengirimkan pembaruan cuaca melalui pesan teks kepada petani di negara-negara Afrika termasuk Kenya dan Rwanda. "Informasi ini membantu mereka mencegah pemborosan benih dan perbekalan dengan menanam atau memanen pada waktu terbaik," ujar CEO TomorrowNow Wanjeri Mbugua, kepada Reuters.

Suzman mengatakan ada penelitian dan pengembangan yang kuat untuk solusi pertanian, tetapi tujuan bagi dunia adalah untuk memberikan solusi tersebut kepada masyarakat termiskin di dunia. "Keputusan masih belum final apakah kita akan melihat itu," katanya.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar