Percepatan Digitalisasi di Industri Perbankan Daerah

AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Industri perbankan daerah kini semakin mempercepat proses digitalisasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang cepat, aman, dan terintegrasi. Momentum ini terlihat dalam penyelenggaraan acara “BPD GO DIGITAL: Compliance & Innovation” yang diselenggarakan di Hotel Pullman Bandung. Acara ini menjadi wadah strategis bagi seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk memperkuat fondasi digital melalui berbagai solusi inovatif.
Acara ini diselenggarakan oleh PT Mitra Mandiri Informatika (MMI) bekerja sama dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan didukung oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Selama tiga hari, forum ini menjadi tempat diskusi mendalam mengenai penguatan keamanan siber, implementasi ICoFR (Internal Control over Financial Reporting), e-procurement, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Fokus pada Kesiapan Keamanan Siber
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi digital Indonesia sangat bergantung pada kesiapan keamanan siber di sektor perbankan. Dengan target Indonesia masuk lima besar ekonomi dunia pada 2045, perbankan daerah harus memperkuat lapisan keamanan sejak awal.
“Potensi ekonomi digital sangat besar, tetapi risikonya juga besar. Karena itu, mitigasi dan manajemen risiko harus menjadi bagian dari desain digital sejak awal, bukan reaktif,” ujarnya.
Transformasi digital perbankan daerah kini memasuki fase yang membutuhkan kesiapan keamanan siber yang lebih kuat. Forum BPD GO DIGITAL menjadi wadah penting untuk memastikan transformasi digital BPD berjalan sesuai standar tata kelola sekaligus menjaga ketahanan sistem keuangan nasional.
Kolaborasi dan Integrasi Sistem
BSSN menegaskan bahwa keamanan siber kini menjadi fondasi utama, bukan pelengkap, dalam menjaga keberlanjutan layanan keuangan. Di sisi lain, Asbanda menilai kolaborasi antar-BPD penting agar integrasi sistem transaksi berjalan efisien dan aman.
Dukungan teknologi seperti cyber security, ICoFR, e-procurement, serta solusi analitik dari berbagai mitra—including Mitra Mandiri Informatika—dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan digital dan menjaga kepercayaan publik terhadap ekosistem perbankan daerah.
Slamet juga mengingatkan bahwa faktor manusia tetap menjadi titik lemah terbesar. Berdasarkan standar SNI 27001:2022, 70% aspek keamanan informasi ditentukan oleh perilaku sumber daya manusia. Banyak insiden terjadi akibat kelalaian terhadap update sistem maupun serangan phishing.
Pentingnya Kepatuhan dan Tata Kelola
Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto, menilai BPD tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi percepatan digitalisasi. Integrasi sistem transaksi, efisiensi proses, hingga keamanan layanan perlu dibangun secara bersama agar memberikan layanan yang setara bagi masyarakat di seluruh daerah.
“Keamanan digital adalah investasi strategis. Ini menyangkut kepercayaan publik dan reputasi industri perbankan daerah,” tegasnya.
Dari sisi kepatuhan, Herry Prajitno, Customer Advisory Director SAS Indonesia, menyoroti pentingnya implementasi Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) dalam menjaga integritas laporan keuangan BPD. Solusi ICoFR dinilai dapat meningkatkan transparansi melalui deteksi otomatis ketidaksesuaian, mempercepat audit, hingga memperkuat kepercayaan regulator dan masyarakat terhadap tata kelola BPD.
“Dengan sistem analitik yang terintegrasi, setiap transaksi dapat dilacak dan dipertanggungjawabkan dengan lebih akurat,” jelasnya.
Membangun Ekosistem Digital yang Berkelanjutan
Melalui forum ini, MMI bersama Asbanda dan BSSN menunjukkan bahwa transformasi digital di industri perbankan bukan hanya soal adopsi teknologi baru, melainkan soal membangun ekosistem digital yang aman, patuh, dan berkelanjutan.
Forum “BPD GO DIGITAL: Compliance & Innovation” pun menjadi pengingat bahwa daya saing BPD di era digital akan sangat ditentukan oleh kesiapan keamanan siber serta komitmen pada tata kelola yang kuat.
Komentar
Kirim Komentar