Pengalaman Langsung dengan Teknologi Mobilitas Masa Depan Bosch
Bosch, sebuah perusahaan teknologi asal Jerman yang telah beroperasi selama lebih dari 137 tahun, dikenal luas sebagai produsen alat-alat rumah tangga dan peralatan perkakas. Namun, di balik reputasi tersebut, Bosch memiliki lini bisnis yang sangat beragam, termasuk dalam sektor Industrial Technology, Energy and Building Technology, serta Mobility.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Lini bisnis terakhir ini kini menjadi fokus utama perusahaan seiring berkembangnya pasar mobil modern, khususnya di bidang mobilitas pintar (smart mobility). Perubahan besar di sektor otomotif global, seperti pergeseran menuju elektromobilitas, hidrogen, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI), memicu persiapan yang matang oleh Bosch. Perusahaan ini telah menyiapkan fasilitas riset dan pengembangan (R&D) yang mumpuni serta lokasi proving ground lengkap untuk menguji produk-produk mereka.
Meskipun Bosch tidak bertujuan menjadi produsen mobil, perusahaan ini memposisikan diri sebagai penyedia platform unggulan yang menyediakan berbagai fitur masa depan pada mobil-mobil kekinian. Untuk itu, Bosch menggelar program Bosch Mobility Driving Experience, sebuah inisiatif yang bertujuan memberikan pengalaman langsung bagi media dan mitra industri untuk memahami solusi mobilitas yang sedang dikembangkan perusahaan.
aiotrade adalah satu-satunya media Indonesia yang mendapat undangan untuk melihat proving ground Bosch di Memanbetsu, Hokkaido, Jepang, serta kantor pusat mereka dan lokasi riset dan pengujian di Yokohama, Tokyo, Jepang.

Mobil Masa Depan yang Tahan Banjir
Dalam sesi Bosch Pre-Meeting with Media 2025 sebelum kunjungan tersebut, perwakilan dari Regional Corporate Communications, Bosch Mobility Southeast Asia menjelaskan bahwa perusahaan teknologi asal Stuttgart ini berupaya mengajak publik memahami arah besar bisnis mobilitasnya. Dari sistem penggerak berbasis listrik dan hidrogen hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, Bosch menempatkan inovasi sebagai inti dari upaya menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman, efisien, dan hijau.
“Teknologi harus menciptakan nilai untuk masyarakat,” demikian pesan yang berulang kali disampaikan dalam paparannya akhir pekan kemarin. Ditekankan bahwa Bosch tidak hanya menjual produk, tetapi menawarkan cara berpikir baru tentang masa depan.
Di kawasan Asia Tenggara, banjir adalah salah satu tantangan nyata yang menjadi musuh bagi teknologi masa depan. Bosch meyakinkan bahwa inovasi dan solusi mobilitas yang dikembangkan dapat melindungi komponen dari kondisi berbahaya seperti banjir. Teknologi kendaraan listrik (EV) yang mereka kembangkan telah dirancang dan diuji agar tahan terhadap air, dengan baterai yang diisolasi dan dilindungi oleh pelapis tambahan serta perlindungan khusus.
Tak hanya itu, EV juga dilengkapi sistem pengaman otomatis yang akan memutus aliran listrik saat terjadi benturan atau korsleting. Bosch menepis anggapan kalau kendaraan listrik berbahaya karena baterainya, sebab teknologi mobilitas yang mereka hadirkan mampu mendeteksi berbagai hambatan di jalan mulai dari lubang, polisi tidur, hingga genangan air guna meminimalisir risiko saat berkendara dalam kondisi menantang.

Asia Tenggara Pasar Strategis Bosch
Bosch terus memperkuat komitmennya dalam membentuk masa depan mobilitas yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan penting dalam perjalanan tersebut, wilayah dengan potensi besar untuk menghadirkan solusi transportasi yang efisien dan ramah lingkungan.
Melalui pilar inovasi, elektrifikasi, digitalisasi, dan keberlanjutan, Bosch memposisikan diri sebagai mitra strategis yang mendukung transformasi industri otomotif menuju sistem mobilitas terintegrasi di masa depan. “Prinsip kami tetap sama sejak Robert Bosch mendirikan perusahaan ini—lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan kepercayaan,” demikian pesan nilai perusahaan yang disampaikan dalam sesi paparan.
Program Bosch Mobility Driving Experience menjadi simbol dari perubahan itu. Di sana, Tribunnews diajak merasakan langsung bagaimana teknologi Bosch bekerja di lapangan: dari sistem pengereman canggih hingga solusi elektrifikasi yang siap mendukung transisi energi bersih di kawasan.
Bagi Bosch, perjalanan menuju mobilitas berkelanjutan bukan sekadar perlombaan teknologi, melainkan tanggung jawab moral untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Seperti halnya semangat Robert Bosch yang tetap bergema lebih dari seabad kemudian bahwa kemajuan sejati selalu berpihak pada kehidupan.
Di balik slogan “Invented for Life”, Bosch menyimpan filosofi yang telah menuntunnya selama lebih dari satu abad: kepercayaan adalah modal utama dalam membangun masa depan. Ungkapan pendiri perusahaan, “I would rather lose money than trust”, menjadi prinsip yang masih hidup di setiap langkah inovasi Bosch termasuk saat menatap era baru mobilitas berkelanjutan di Asia Tenggara.
Bagaimana kecanggihan dan keseruan program Bosch Mobility Driving Experience yang dihadiri aiotrade? Tunggu tulisan hasil liputannya.
Komentar
Kirim Komentar