Bendungan Manikin di NTT, Data UMK Rp2,3 Juta dan Dampak Ekonomi

Bendungan Manikin di NTT, Data UMK Rp2,3 Juta dan Dampak Ekonomi

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Bendungan Manikin di NTT, Data UMK Rp2,3 Juta dan Dampak Ekonomi yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Bendungan Manikin di NTT, Data UMK Rp2,3 Juta dan Dampak Ekonomi

NTT Siap Miliki Infrastruktur Raksasa di Tengah Tantangan Kemiskinan

Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang bersiap untuk memiliki infrastruktur baru yang akan selesai pada akhir 2026. Proyek ini membutuhkan anggaran lebih dari Rp1,6 triliun dan sedang dikerjakan di salah satu daerah terpencil keempat di NTT, yaitu Kabupaten Nagekeo. Wilayah ini memiliki UMK 2025 sebesar Rp2,328,969.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Meskipun NTT masih menghadapi tantangan serius terkait kemiskinan, pemerintah pusat dan daerah terus mendorong percepatan pembangunan strategis, khususnya di sektor sumber daya air. Salah satu megaproyek yang menjadi sorotan adalah Bendungan Mbay, bendungan dengan kapasitas besar yang diharapkan memberi dampak langsung pada pertanian, ketersediaan air baku, hingga ketahanan pangan.

NTT Maju di Tengah Tantangan Tingginya Kemiskinan

Provinsi NTT dikenal sebagai wilayah dengan pertumbuhan infrastruktur yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kendati begitu, provinsi seluas 46.447 km² ini masih menanggung persentase kemiskinan cukup tinggi. Menurut data BPS NTT, per Maret 2025:

  • Tingkat kemiskinan: 18,60%
  • Jumlah penduduk miskin: 1,08 juta jiwa

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma tetap menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas untuk menekan kesenjangan antarwilayah.

Bendungan Mbay: Mega Infrastruktur di Kabupaten Nagekeo

Bendungan Mbay berlokasi di Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo. Kabupaten dengan luas wilayah 1.396,16 km² ini memiliki jumlah penduduk sekitar 170.669 jiwa, menjadikannya salah satu daerah dengan kepadatan penduduk terendah di NTT. Meski tersepi, wilayah ini memiliki peran penting dalam sektor pertanian sehingga dibutuhkan pasokan air yang stabil dan berkelanjutan.

Progress Pembangunan Capai 82%

Proyek yang dimulai pada 2021 ini ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang. Hingga Oktober 2025, pembangunan bendungan telah mencapai progres 82% dengan target penyelesaian final pada Desember 2026. Pembangunan dilakukan melalui dua paket besar:

  • Paket I: PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Bumi Indah (KSO)
  • Paket II: PT Brantas Abipraya

Total nilai kontrak: Rp1,62 triliun

Kapasitas Raksasa: Tampung 52,89 Juta m³

Bendungan Mbay dirancang memiliki kapasitas tampung 52,89 juta meter kubik, menjadikannya salah satu bendungan strategis di NTT. Fungsi utamanya adalah memperkuat sistem irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Manfaat Bendungan Mbay

  1. Mengairi Ribuan Hektare Lahan Pertanian
    Bendungan ini nantinya menjadi pemasok air bagi Daerah Irigasi (DI) Mbay seluas 6.240 hektare, meliputi:
  2. DI Mbay Kanan: 3.835 hektare
  3. DI Mbay Kiri: 454 hektare
  4. Potensi pengembangan DI Mbay Kiri: 1.951 hektare
    Sumber air bendungan berasal dari aliran Sungai Aesesa yang diatur melalui jaringan irigasi teknis.

  5. Menopang Swasembada Pangan
    Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proyek bendungan adalah elemen kunci untuk mewujudkan swasembada pangan dan swasembada air, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. “Infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Bendungan dibangun dan airnya disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier ke lahan pertanian,” ujar Menteri Dody.

  6. Pasokan Air Baku 205 Liter/detik
    Selain irigasi, Bendungan Mbay juga akan menyediakan 205 liter per detik air baku bagi masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk kebutuhan rumah tangga dan perkotaan.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Jika telah beroperasi, Bendungan Mbay diproyeksikan:

  • Meningkatkan intensitas tanam hingga 2–3 kali setahun
  • Menambah produksi pertanian secara signifikan
  • Menekan risiko kekeringan di musim panas
  • Mendorong pemerataan pembangunan di wilayah dengan penduduk jarang
  • Meningkatkan ketahanan air hingga puluhan tahun ke depan

Di tengah kondisi NTT yang masih berjuang melawan kemiskinan, keberadaan bendungan ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi lokal. Pembangunan Bendungan Mbay menjadi bukti bahwa daerah-daerah dengan penduduk minim seperti Kabupaten Nagekeo tetap menjadi perhatian dalam program pemerataan pembangunan nasional. Dengan kapasitas besar, dukungan anggaran triliunan rupiah, dan manfaat strategis di sektor pertanian serta air baku, bendungan ini diyakini akan menjadi salah satu tonggak kemajuan NTT pada 2026 dan seterusnya.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar