Banyak orang salah kaprah! Ini 4 asumsi berbahaya saat beli rumah

Banyak orang salah kaprah! Ini 4 asumsi berbahaya saat beli rumah

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Banyak orang salah kaprah! Ini 4 asumsi berbahaya saat beli rumah, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Bagi banyak orang, membeli rumah adalah transaksi finansial terbesar sepanjang hidup. Karena itu, penting untuk benar-benar memahami proses pembelian rumah serta menilai apakah properti tersebut memang cocok dan menguntungkan secara finansial.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sayangnya, masih banyak orang yang membeli rumah tanpa memahami risiko dan konsekuensi jangka panjangnya. Berikut beberapa asumsi berbahaya yang sebaiknya dihindari sebelum memutuskan membeli rumah.

1. Sudah pre-approved KPR berarti aman secara finansial

Banyak calon pembeli beranggapan jika bank telah menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mereka pasti mampu membayar cicilan hingga batas maksimal yang ditawarkan. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Menurut pendiri Premier OKC Home Buyers, Brett Cobb, persetujuan dari bank bukan berarti kamu harus mengambil pinjaman sebesar itu. Biaya seperti suku bunga, asuransi, pajak properti, dan biaya perawatan bisa meningkat seiring waktu. Tanpa perhitungan matang, pembeli bisa terjebak kondisi house poor hanya beberapa bulan setelah pindah. House poor adalah kondisi memiliki rumah, tapi keuangan tercekik.

2. Harga rumah pasti selalu naik

Memang benar nilai properti cenderung meningkat dalam jangka panjang, tetapi hal ini bukan jaminan mutlak. Cobb mengingatkan, banyak orang menggantungkan masa depan finansial mereka pada kenaikan harga rumah, lalu terpukul saat pasar melambat atau lingkungan sekitar tidak berkembang sesuai harapan.

Properti bisa menjadi investasi jangka panjang yang baik, tetapi berharap keuntungan cepat dari kenaikan harga justru bisa berisiko, terutama jika kamu harus menjual rumah dalam kondisi pasar yang kurang menguntungkan.

3. Rumah renovasi selalu lebih menguntungkan

Jika membeli rumah untuk investasi, banyak orang percaya properti fixer-upper selalu menawarkan peluang keuntungan lebih besar dibanding rumah siap huni. Namun agen properti berlisensi sekaligus pemilik New Era Home Buyers, Brett Johnson menyebut, anggapan ini sering kali keliru.

Biaya renovasi hampir selalu melebihi perkiraan awal, bahkan bagi investor berpengalaman. Tanpa perencanaan matang, ttermasuk waktu, tenaga, dan stres maka rumah yang terlihat “murah” bisa berubah menjadi lubang keuangan.

4. Mampu bayar cicilan bulanan berarti mampu membeli rumah

Kesalahan umum pembeli rumah pertama adalah menyamakan cicilan KPR dengan biaya sewa. Jika nominalnya sama atau lebih murah, mereka menganggap membeli rumah pasti lebih menguntungkan.

Padahal, cicilan bulanan hanyalah satu bagian dari total biaya kepemilikan rumah. Pajak properti, asuransi, iuran lain-lain, biaya perawatan, hingga perbaikan mendadak sering kali tidak diperhitungkan. Johnson menambahkan, banyak pemilik rumah baru mengalami tekanan finansial setelah transaksi selesai karena tidak siap menghadapi biaya tak terduga seperti kerusakan pemanas atau kenaikan pajak.

Membeli rumah bisa menjadi langkah finansial yang tepat jika dilakukan dengan perhitungan matang. Namun, mengandalkan asumsi tanpa memahami seluruh biaya dan risikonya justru bisa membawa masalah jangka panjang. Sebelum membeli, pastikan Anda tidak hanya siap secara emosional, tetapi juga benar-benar kuat secara finansial.

Mau Beli Rumah Tahun Ini? Ada Insentif PPN DTP 100 Persen dari Purbaya 5 Tips Beli Rumah dengan Penghasilan Rendah Mengapa Generasi Z Ogah Beli Rumah? Ini 5 Alasannya!

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar