
Inovasi Teknologi Digital untuk Meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan Kota Bandung
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya memperkuat konsep Bandung Smart City dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi digital. Dalam upaya meningkatkan rasa aman, kenyamanan ruang publik, serta respons cepat dalam kondisi darurat, Pemkot Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi memperkenalkan dua layanan unggulan baru: Panic Button di ruang publik serta sistem CCTV Pemantauan Lingkungan Kota Bandung (Pelindung).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Inovasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kota yang lebih aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Panic Button: Tanggap Darurat dalam Satu Tekan
Panic Button telah dipasang di dua titik ruang publik strategis, yaitu Taman Supratman dan Palestine Walk (Alunalun Bandung). Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi, sehingga rentan terhadap berbagai situasi darurat.
Fasilitas ini terhubung langsung dengan Bandung Siaga 112, layanan tanggap darurat terpadu yang aktif 24 jam. Ketika tombol ditekan, sistem akan langsung terhubung ke Bandung Siaga 112 dan dapat dilakukan komunikasi dua arah serta terpantau melalui CCTV.
Perangkat Panic Button dilengkapi dengan CCTV tipe PTZ (PanTiltZoom) serta CCTV fix untuk memantau area sekitar dari berbagai sudut. Selain itu, terdapat speaker audio yang memungkinkan petugas memberikan arahan langsung kepada masyarakat di lokasi kejadian.
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menjelaskan bahwa perangkat ini dirancang antivandalisme dan setiap bentuk kerusakan dapat dilacak karena area sekitar telah terekam.
“Kalau pun ada tindakan perusakan, kami bisa segera mengetahui siapa pelakunya dari rekaman CCTV,” ujarnya. Ia juga menyebut pemasangan Panic Button akan diperluas ke titik lain jika dinilai diperlukan.
CCTV Pelindung: Mata Digital Kota Bandung
Selain Panic Button, sistem CCTV Pelindung juga menjadi fitur unggulan untuk memperkuat keamanan kota. Warga dapat mengakses tampilan real-time melalui situs pelindung.bandung.go.id.
Fungsi CCTV Pelindung tidak hanya sebatas pemantauan keamanan, tetapi juga dimanfaatkan untuk:
- Pengawasan konstruksi dan keselamatan kerja
- Manajemen lalu lintas dan deteksi bencana
- Pemantauan lingkungan perkotaan
- Pencegahan kriminalitas dan parkir liar
Teknologi ini terhubung dengan Smart Pole, yang dilengkapi pengeras suara untuk memberikan peringatan langsung. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 389 titik CCTV aktif yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bandung.
Akses terbuka tampilan CCTV oleh publik menjadi bentuk transparansi, sekaligus meningkatkan rasa aman dan kedekatan antara masyarakat dan pemerintah.
Yayan menegaskan bahwa inovasi ini bukan hanya proyek teknologi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang membangun Bandung sebagai kota yang aman, inklusif, dan responsif.
“Melalui kehadiran Panic Button dan sistem CCTV Pelindung, kami ingin warga merasa aman, terlindungi, dan yakin bahwa pemerintah hadir untuk mereka, kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.
Peran Masyarakat dalam Membangun Kota yang Lebih Baik
Dengan sistem yang terhubung, respons darurat dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi antarinstansi. Kehadiran perangkat teknologi bukan berarti tanggung jawab mitigasi hanya terletak pada pemerintah. Partisipasi aktif warga tetap menjadi fondasi utama terciptanya kota yang aman.
Pemkot Bandung mendorong masyarakat untuk:
- Tidak ragu menggunakan Panic Button saat melihat kondisi darurat
- Membantu menjaga kelestarian fasilitas publik
- Berperan aktif dalam keamanan lingkungan
Dengan keterlibatan bersama, Kota Bandung bergerak menuju model kota modern yang terkoneksi, aman, dan ramah bagi warganya.
Komentar
Kirim Komentar