ASN Pilar Negara, Tito Ingatkan Kekuatan Pengabdian

ASN Pilar Negara, Tito Ingatkan Kekuatan Pengabdian

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai ASN Pilar Negara, Tito Ingatkan Kekuatan Pengabdian, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
ASN Pilar Negara, Tito Ingatkan Kekuatan Pengabdian

ASN, Pilar Utama dalam Menjaga Ketahanan Negara

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tangguh menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan sebuah negara. Pernyataan ini disampaikan olehnya saat memberikan amanat pada Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tahun 2025, yang digelar di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dalam pidatonya, Mendagri Tito mengutip pemikiran tokoh ekonomi asal Amerika Serikat, Ray Dalio, yang menulis tentang kekaisaran besar dunia seperti Romawi, Ottoman, dan Mongolia—negara-negara yang mampu bertahan lebih dari 300 tahun. Menurutnya, ketangguhan suatu negara ditentukan oleh tiga elemen penting:

  • Militer yang kuat untuk menjaga kedaulatan dari ancaman luar negeri,
  • Intelijen dan kepolisian tangguh untuk menjaga stabilitas keamanan dalam negeri, serta
  • ASN yang profesional dan berintegritas tinggi dalam mengelola administrasi pemerintahan.

“Artinya bisa membuat pemerintahan yang jelas, clear government, dan pemerintahan yang bersih, clean government. Negara yang tak memiliki ketiga komponen itu tak akan bertahan lama,” tegas Tito.

ASN Baru, Harapan Baru untuk Indonesia

Tito juga menekankan bahwa menjadi ASN adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia mengingatkan bahwa Kemendagri merupakan poros pemerintahan Indonesia yang membina 38 gubernur, 98 wali kota, 416 bupati, dan melayani 285 juta penduduk. Selain itu, BNPP memiliki peran strategis dalam menjaga wilayah perbatasan Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

“Kita negara kepulauan, harus menjaga darat dan laut. Selamat bergabung di Kemendagri dan BNPP, dan selamat menjalankan tugas di dunia baru sebagai PNS,” ujar Tito.

Tahun ini, sebanyak 186 PNS baru resmi bergabung ke Kemendagri dan BNPP. Mereka terdiri atas:

  • 10 orang formasi umum tahun 2023,
  • 6 lulusan IPDN tahun 2023,
  • 155 lulusan IPDN tahun 2024,
  • 10 lulusan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun 2024, dan
  • 5 lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) tahun 2024.

Mendagri berharap seluruh ASN baru mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku pendidikan. “Inilah pengabdian awal untuk adik-adik semua. Dunia PNS adalah dunia baru yang menuntut dedikasi dan kerja nyata,” ujarnya.

Perjalanan Seribu Mil Dimulai dari Satu Langkah

Mengutip pepatah klasik, Tito mengingatkan bahwa pengabdian sebagai ASN adalah perjalanan panjang menuju kontribusi nyata bagi bangsa. “Hari ini adalah langkah pertama menuju pengabdian yang bisa berlangsung puluhan tahun ke depan,” katanya.

Apresiasi untuk Pegawai Berprestasi

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri juga memberikan penghargaan kepada 15 pegawai berprestasi yang telah berjasa di bidang pengarsipan. Ia mengapresiasi peran penting mereka, terutama dalam membantu penyelesaian sengketa berbasis dokumen negara. Tito mencontohkan kasus empat pulau di Aceh, yang berhasil diselesaikan berkat dokumen penting tahun 1992 yang tersimpan rapi di arsip Kemendagri.

“Kalau dokumen itu tidak ditemukan, mungkin persoalan empat pulau itu akan sulit diselesaikan,” ujar Tito.

Sebagai bentuk penghargaan, para pegawai penerima apresiasi diberikan hadiah berupa laptop. Ia berharap hal tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi mereka dalam menjaga arsip negara yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.

Melalui amanatnya, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan kembali bahwa ASN bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian untuk menjaga keberlangsungan dan ketahanan bangsa. ASN tangguh, menurutnya, bukan hanya tentang kemampuan administratif, tetapi juga tentang integritas, loyalitas, dan semangat melayani Indonesia.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar