
Wig, Bukan Sekadar Aksesoris
Rambut sering dianggap sebagai mahkota penampilan seseorang. Tidak salah, karena rambut memainkan peran penting dalam menentukan kepercayaan diri seseorang. Namun, terkadang mahkota itu bisa hilang atau menipis akibat berbagai kondisi, seperti efek pengobatan kanker atau gangguan autoimun seperti alopecia. Di sinilah wig hadir, bukan hanya sebagai pelengkap gaya, tetapi juga sebagai cara untuk memulihkan rasa percaya diri.
Peggy Widjaja, founder penyedia wig berkualitas Beauty Crown, menjelaskan bahwa banyak konsumen yang datang ke toko mereka berasal dari berbagai latar belakang. "Banyak dari mereka adalah pasien kanker, penderita autoimun, hingga remaja yang kehilangan rambut akibat pengobatan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penggunaan wig sangat membantu para konsumen untuk kembali percaya diri dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Ada beberapa contoh nyata dari pengaruh positif yang ditimbulkan oleh wig. Misalnya, ada guru yang berhenti mengajar karena diejek oleh muridnya, atau pramugari yang tidak lagi bisa terbang. Bahkan, ada anak-anak yang botak karena sedang menjalani kemoterapi. Peggy ingin membantu mereka menemukan kembali semangat hidup.
Wig yang Natural dan Nyaman
Untuk mencapai tujuan tersebut, Peggy dan timnya selalu berusaha menyediakan wig yang paling natural. Permintaan terbesar saat ini adalah wig yang terbuat dari rambut asli manusia. "Modelnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, termasuk aktivitas sehari-hari. Wig dari 100 persen rambut manusia juga teksturnya lembut dan mudah ditata," ujarnya.
Hair stylist Indra Tanudarma yang mendemokan cara menata rambut menggunakan wig menjelaskan bahwa wig yang terbuat 100 persen dari rambut manusia sangat mudah ditata dan memberikan hasil akhir yang natural. "Bisa kita sasak, sanggul, atau catok dengan mudah. Sebaiknya sesuaikan juga tipe wig-nya dengan usia pemakai. Kalau sudah usia dewasa, seperti tante-tante, pilih wig yang tekstur rambutnya mulai kering. Akan aneh kalau pakai wig-nya rambut yang masih lurus dan halus," kata Indra.
Wig yang 100 persen terbuat dari rambut manusia juga memberikan sensasi ringan, lebih nyaman, dan sangat alami. "Wig yang kami sediakan dijahit satu persatu. Benar-benar seperti rambut asli, mau dikeriting bisa, dicatok bisa. Kalau customer pakai enggak akan terlihat seperti rambut palsu, tidak ketebalan atau ada belang warnanya," ujarnya.
Pilihan Wig yang Beragam
Selain wig dengan tampilan natural, Beauty Crown juga menyediakan wig atau hair clip beraneka warna untuk kebutuhan fashion. "Kami juga sering menyediakan kebutuhan pemotretan. Warnanya macam-macam, termasuk yang blonde (pirang)," ujarnya.
Perkembangan teknologi saat ini membuat wig semakin beragam. Selain wig yang utuh, kita juga bisa memakai hair clip (sambungan rambut), toupee untuk menutupi bagian atas kepala, dan juga layanan perbaikan wig. "Sekarang pakai wig sudah tidak tabu lagi, apalagi tampilan wig sangat alami jadi tidak ada kesan rambut palsu seperti dulu. Semua bisa kembali percaya diri," katanya.
Perawatan Wig
Seperti halnya rambut kita, wig yang terbuat dari rambut asli manusia pun perlu dirawat. "Jadi kalau sudah mulai berminyak, perlu dicuci dengan sampo. Setelah dikeringkan juga bisa dikeriting atau dicatok. Sesekali bagian ujung rambut bisa diberikan argan oil atau hair vitamin. Untuk penyimpanan bisa dikotaknya atau di patung agar bentuknya tidak berubah," saran Peggy.
Wig yang natural dengan warna rambut kehitaman dan panjang mirip rambut aslinya juga sangat diminati. Untuk orang yang sudah berumur, tersedia pula wig yang memiliki uban, sehingga tak akan terlihat berbeda dengan penampilan aslinya. "Ubannya pun rambut beruban asli yang kita jahit," tambah Peggy.
Dengan berbagai pilihan dan perawatan yang tepat, wig menjadi solusi yang sangat efektif untuk memulihkan kepercayaan diri dan membantu seseorang tampil lebih percaya diri.
Komentar
Kirim Komentar