Waspadai Dampak Teknologi pada Kesehatan Mental, Ini Saran Ahli

Waspadai Dampak Teknologi pada Kesehatan Mental, Ini Saran Ahli

Waspadai Dampak Teknologi pada Kesehatan Mental, Ini Saran Ahli

Peringatan dari Pakar: Teknologi Bisa Memicu Kesepian dan Kelelahan Mental

Di era yang semakin digital, manusia hidup dalam keterhubungan yang lebih luas. Namun, ironisnya, banyak orang justru merasa kesepian dan mengalami kelelahan mental. Di balik kemudahan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), para ahli memperingatkan adanya ancaman tersembunyi terhadap kesehatan psikologis yang sering kali diabaikan oleh pengguna internet.

Advertisement

Nate Soares, seorang pakar keselamatan AI asal Amerika Serikat, menyampaikan peringatan penting tentang dampak interaksi manusia dengan sistem AI. Ia menegaskan bahwa jika AI berinteraksi dengan remaja secara tidak sehat, misalnya dengan mendorong mereka untuk melakukan tindakan berbahaya seperti bunuh diri, maka hal ini bisa menjadi masalah serius.

Kecerdasan buatan ini, ketika berinteraksi dengan remaja dengan cara yang dapat mendorong mereka untuk bunuh diri, itu bukan perilaku yang diinginkan oleh para pembuatnya. Hal ini harus menjadi peringatan tentang masa depan kecerdasan super yang akan melakukan hal-hal yang tidak pernah diminta dan tidak pernah dimaksudkan, ujarnya.

Peringatan ini datang di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap aplikasi digital, termasuk chatbot, media sosial, dan platform hiburan berbasis algoritma. Para peneliti menunjukkan bahwa konsumsi konten yang berlebihan tanpa pengawasan dapat memperparah gangguan kecemasan, depresi, dan isolasi sosial.

Dr. Linda Kaye, seorang psikolog klinis asal Inggris, menambahkan bahwa hubungan manusia dengan teknologi kini lebih bersifat emosional daripada fungsional. Kita harus menyadari bahwa keterlibatan digital memengaruhi rasa identitas, kebersamaan, dan validasi diri kita. Karena itu, sangat penting untuk membangun kebiasaan digital yang sehat, katanya.

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Untuk membantu menjaga keseimbangan mental di tengah derasnya paparan teknologi, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Batasai Waktu Layar Secara Disiplin
    Gunakan fitur digital wellbeing di ponsel atau aplikasi pembatas waktu untuk mengontrol penggunaan media sosial dan aplikasi hiburan.
    Waktu layar berlebih dapat meningkatkan risiko stres dan gangguan tidur.

  2. Lakukan Detoks Digital Secara Berkala
    Sediakan waktu tanpa gawai setiap hari, misalnya satu jam sebelum tidur atau satu hari penuh setiap minggu.
    Aktivitas tanpa teknologi membantu otak beristirahat dan menurunkan ketegangan emosional.

  3. Konsumsi Konten yang Sehat Secara Emosional
    Hindari konten negatif, provokatif, atau yang memicu perbandingan sosial.
    Pilih konten edukatif, inspiratif, atau hiburan ringan yang memberikan dampak positif pada suasana hati.

  4. Bangun Interaksi Sosial Nyata
    Manusia adalah makhluk sosial; hubungan tatap muka tetap penting.
    Riset menunjukkan bahwa dukungan sosial dari teman dan keluarga adalah pelindung terbaik terhadap stres digital.

  5. Gunakan AI dan Teknologi Secara Etis dan Terarah
    AI dapat membantu produktivitas dan pembelajaran, tetapi hindari mengandalkan chatbot untuk kebutuhan emosional mendalam tanpa pendampingan manusia.
    Jika merasa terbebani secara mental, segera konsultasikan dengan profesional.

Pentingnya Literasi Digital dan Kesadaran Emosional

Seiring meningkatnya kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari, para ahli menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran emosional. Teknologi bisa menjadi alat bantu yang memberdayakan, asalkan manusia tetap menjadi pengendalinya, bukan sebaliknya.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar