
Masyarakat Menggotong Jenazah di Jalan Berlumpur, Pemkab Asahan Berjanji Perbaikan
Sebuah video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan kejadian unik terkait pengangkutan jenazah di Desa Sei Sembilang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah warga menggotong seseorang dengan menggunakan sarung yang digantung di bambu beralaskan jalanan berlumpur. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setempat dan membuat beberapa pihak mempertanyakan kondisi jalan yang menjadi akses utama ke wilayah tersebut.
Kadis Kominfo Asahan, Jutawan Sinaga, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Kamis (23/10) ketika masyarakat membawa jenazah almarhum Syamajid (29) menuju rumah duka. "Ambulans hanya mengantar sampai Dusun III, dan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan tandu tradisional menuju ke rumah duka," ujarnya.
Jutawan menjelaskan bahwa jalan di Sei Kepayang Timur dibagi menjadi dua kewenangan pemerintah, yakni pemerintah kabupaten dan Provinsi Sumatera Utara. "Kewenangan jalan kabupaten itu hanya 2,5 kilometer dan ada sekitar 40 kilometer yang dari Sei Kepayang bisa tembus ke Labuhanbatu Utara itu jalan provinsi," katanya.
Pihak Pemkab Asahan telah melakukan pembangunan di jalan tersebut, dan rencana peningkatan jalan sudah dianggarkan dalam P.APBD 2025 serta APBD 2026. "Di P.APBD sudah diajukan bakal dilakukan peningkatan di Dusun VII menuju Dusun III, kemudian di 2026 dilanjutkan lagi melalui APBD Kabupaten Asahan," terangnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah beberapa kali mengajukan perbaikan jalan Provinsi Sumatera Utara, namun belum direalisasikan. "Dari tahun 2021 Pemkab sudah mengajukan itu kepada Provinsi, namun belum ada tanggapan. Sempat masuk ke program pembangunan jalan 2,7 Triliunan pada masa bapak Edy Rahmayadi, namun tidak terealisasi," ungkapnya.
Ia berpesan kepada masyarakat agar bersabar, karena Pemkab sudah mengajukan dan mengucurkan anggaran untuk pembangunan jalan tersebut. Dengan adanya rencana perbaikan, diharapkan kondisi jalan dapat lebih baik dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Rencana Pembangunan Jalan di Wilayah Sei Kepayang Timur
Berikut adalah rencana pembangunan jalan di wilayah Sei Kepayang Timur:
- Tahun 2025:
- Peningkatan jalan di Dusun VII menuju Dusun III akan dilakukan sebagai bagian dari P.APBD.
-
Fokus pada perbaikan infrastruktur yang paling rentan terhadap cuaca buruk dan lalu lintas yang padat.
-
Tahun 2026:
- Dilanjutkan dengan proyek perbaikan jalan yang lebih luas, termasuk daerah-daerah yang masih dalam kewenangan pemerintah provinsi.
- Diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan bagi masyarakat setempat.
Tantangan dalam Pengelolaan Jalan Provinsi
Meski Pemkab Asahan telah berupaya untuk memperbaiki jalan, terdapat beberapa tantangan dalam pengelolaan jalan provinsi. Beberapa hal yang menjadi kendala antara lain:
- Anggaran yang terbatas:
- Proyek pembangunan jalan provinsi sering kali terkendala oleh alokasi anggaran yang tidak cukup atau terlambat cair.
-
Hal ini menyebabkan beberapa proyek tertunda atau bahkan tidak terealisasi.
-
Koordinasi antar pemerintah:
- Kewenangan jalan yang dibagi antara kabupaten dan provinsi menyulitkan koordinasi dalam pelaksanaan proyek.
-
Perlu adanya komunikasi yang lebih intensif antar lembaga pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pembangunan.
-
Perubahan kebijakan:
- Perubahan kepemimpinan di tingkat provinsi dapat memengaruhi prioritas pembangunan.
- Diperlukan strategi yang lebih fleksibel dan adaptif untuk menghadapi dinamika politik dan kebijakan.
Penutup
Kejadian pengangkutan jenazah di jalan berlumpur di Sei Kepayang Timur menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan. Dengan adanya rencana perbaikan jalan yang sudah dianggarkan, diharapkan keadaan akan segera membaik. Namun, diperlukan kerja sama dan komitmen dari semua pihak untuk memastikan proyek-proyek tersebut dapat terealisasi secara efektif dan efisien.
Komentar
Kirim Komentar