Wajib Dicoba! 3 Kuliner Khas Desa Wisata Osing Kemiren

Wajib Dicoba! 3 Kuliner Khas Desa Wisata Osing Kemiren

Advertisement

Pengalaman Kuliner yang Tak Terlupakan di Desa Wisata Osing Kemiren

Liburan ke Desa Wisata Osing Kemiren di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tidak lengkap tanpa mencicipi aneka kuliner khas yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat suku Osing. Selain terkenal dengan budaya dan adat istiadatnya yang masih lestari, desa ini juga menyajikan ragam kuliner tradisional yang menggambarkan kehangatan dan kearifan lokal warganya.

Kepala Desa Wisata Osing Kemiren Mohamad Arifin menjelaskan bahwa daya tarik utama desa ini bukan hanya pada panorama alamnya, melainkan pada kekayaan budaya dan tradisi masyarakat. Salah satu bentuk pelestarian budaya tersebut hadir lewat makanan khas yang disajikan dengan cara tradisional.

Jika berkesempatan mampir ke Desa Wisata Osing Kemiren, Arifin menyarankan untuk mencoba beberapa kuliner berikut:

Kuliner Khas Desa Wisata Osing Kemiren

  1. Pecel Pithik
    Berdasarkan saran dari Arifin, jika mencari makanan berat di Desa Wisata Osing Kemiren, wisatawan bisa coba pecel pithik. "Yang makanan khas untuk makanan berat itu lebih ke pecel pithik, atau pecel ayam, karena itu kan memang makanan tradisional khas Kemiren," kata Arifin.

Menurut laman Jadesta, pecel pithik biasanya disajikan saat ritual adat Desa Kemiren. Diketahui bahwa pecel pithik atau pecel pitik merupakan hidangan ayam kampung muda yang dimasak dengan cara dipanggang secara utuh.

Beberapa bumbu yang digunakan untuk membuat pecel pitik seperti: kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Bumbu tersebut nantinya akan dihaluskan kemudian dicampur dengan parutan kelapa muda.

Cara penyajianya cukup menarik, yaitu ayam yang telah dipanggang akan disuwir menggunakan tangan. Setelah itu, daging ayam tersebut dicampur dengan parutan kelapa yang sudah dibumbui.

  1. Kopi Kemiren Jaran Goyang
    Di Desa Wisata Osing Kemiren, kopi jaran goyang kerap diminum oleh masyarakat hingga tamu yang datang berkunjung. Terdapat empat varian kopi jaran goyang, yaitu kopi robusta, robusta lanang, arabika, dan arabika lanang.

  2. Kue Kelemben
    Jika mencari kudapan di Desa Wisata Osing Kemiren, Arifin menyarankan untuk mencoba kue kelemben. Dikutip dari sumber tertentu, kelemben merupakan bolu kering dengan rasa manis dan gurih dan biasanya disuguhkan kepada para tamu saat Idul Fitri.

Kelemben di Banyuwangi masih dibuat secara tradisional dengan dipanggang menggunakan tungku tradisional. Tungku dipanaskan menggunakan kayu bakar dan serabut kelapa.

Proses pembuatan kelemben dimulai dengan memecahkan telur lalu dikocok menggunakan mixer sampai mengembang. Selanjutnya menambahkan bahan lainnya yakni tepung terigu, gula putih, gula aren, garam, dan soda kue. Bahan tersebut kembali dikocok menggunakan mixer hingga lembut.

Setelah adonan jadi, kemudian dipanggang menggunakan cetakan kue berbahan besi dan dipanggang di atas tungku. Setelah itu tungku ditutup kembali menggunakan seng dan di atasnya diberi serabut kelapa yang telah dibakar. Setelah itu ditunggu sekitar 10 menit hingga matang dan siap untuk disajikan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar