
MEDAN, aiotrade
Sebuah video yang menampilkan seorang remaja menangis saat ditangkap warga viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada hari Sabtu (25/10/2025).
Berdasarkan informasi dari akun Instagram @ceritamedancom, tampak seorang remaja yang diduga pelaku begal ketakutan saat ditangkap oleh warga. Dia tampak menangis dan menyebut dirinya bukan pelaku kejahatan. Namun, saat warga menangkapnya, ditemukan barang bukti senjata tajam sejenis arit yang disambungkan dengan bambu.
Warga yang ramai di lokasi kejadian meminta agar pria itu dibawa ke kantor polisi. Selain itu, terlihat juga warga memegang tangan seorang terduga begal yang tidak mengenakan maju.
Narasi dalam video menyebutkan bahwa "diduga hendak melakukan begal dengan menggunakan senjata tajam pelaku ditangkap warga."
Kapolsek Batang Kuis AKP Salija membenarkan bahwa warga menangkap dua remaja seperti dalam video. Menurut dia, sebenarnya ada tiga remaja yang ditangkap. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, ketiganya bukan pelaku begal, melainkan tiga remaja yang hendak tawuran.
"Benar, ada tiga orang remaja yang diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polsek Batang Kuis. Setelah kami lakukan pemeriksaan, mereka bukan pelaku begal seperti yang beredar di media sosial, melainkan remaja yang hendak tawuran dengan kelompok lain," ujar Salija dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10/2025).
Menurut Salija, awalnya ketiganya ingin ikut serta dalam tawuran dengan kelompok lain. Namun, karena tidak bertemu dengan kelompok lawan, ketiganya memutuskan untuk kembali. Dalam perjalanan, warga yang melihat mereka membawa senjata tajam langsung menghentikan dan mengamankan ketiganya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Selanjutnya, ketiga remaja tersebut diserahkan ke Polsek Batang Kuis untuk diproses lebih lanjut. Salija juga menjelaskan bahwa ketiganya masih berstatus sebagai pelajar.
"Kami sudah mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam dan satu unit sepeda motor. Saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Batang Kuis," kata Salija.
Penyebab Tawuran dan Tindakan Warga
Tawuran antar kelompok remaja sering kali menjadi masalah di berbagai daerah, termasuk di wilayah Batang Kuis. Insiden ini menunjukkan bagaimana tindakan warga bisa menjadi langkah pencegahan jika melihat tanda-tanda bahaya.
Beberapa faktor yang sering memicu tawuran antar remaja adalah persaingan antar kelompok, pengaruh lingkungan, atau kurangnya pengawasan dari orang tua. Di sini, warga berhasil mengambil inisiatif untuk mencegah terjadinya tindakan yang merugikan.
Proses Hukum yang Dilakukan
Setelah ketiga remaja tersebut ditangkap, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Mereka dinyatakan sebagai pelajar, sehingga proses hukum yang akan diambil kemungkinan besar melibatkan pihak sekolah dan pengampu.
Selain itu, barang bukti yang ditemukan seperti senjata tajam dan sepeda motor juga akan menjadi bahan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini penting untuk mengetahui apakah barang tersebut digunakan dalam tawuran atau tidak.
Pentingnya Edukasi dan Pengawasan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua dan pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Edukasi tentang konsekuensi dari tindakan kekerasan dan tawuran juga sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain itu, masyarakat juga perlu tetap waspada dan sigap dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan keributan. Tindakan cepat dan tepat dari warga bisa menjadi solusi untuk menghindari konflik yang lebih besar.
Komentar
Kirim Komentar