Video Viral Siswa SMA di Langkat Aniaya Remaja, Diduga Akibat Geber Motor

Video Viral Siswa SMA di Langkat Aniaya Remaja, Diduga Akibat Geber Motor


MEDAN, aiotrade
- Sebuah video yang menunjukkan tindakan kekerasan terhadap seorang remaja oleh sejumlah siswa SMA di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, menjadi perbincangan di media sosial.

Advertisement

Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, tampak seorang remaja dikelilingi oleh beberapa siswa yang mengenakan seragam pramuka. Mereka melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Dalam video itu, remaja tersebut terlihat dihajar dan ditendang di kepala. Selanjutnya, ia dicampakkan ke semak-semak di pinggir jalan.

Narasi dari akun yang mengunggah video tersebut menyebutkan, "Viral video penganiayaan siswa SMA di Tanjung Pura, Langkat."

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah II, Abdul Kediri Sumorangkir, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai insiden tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut Abdul, para siswa terlibat perselisihan dengan remaja yang tidak lagi bersekolah. Ia menjelaskan bahwa informasi yang diterimanya berasal dari kepala sekolah. Menurut keterangan tersebut, kejadian terjadi di luar lingkungan sekolah. Siswa-siswa yang terlibat berasal dari SMA Negeri Tanjung Pura.

Abdul juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendalami kejadian tersebut. Ia menambahkan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses investigasi selesai.

Penyebab dan Tindakan yang Dilakukan

Peristiwa ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan dan keselamatan siswa di lingkungan sekolah. Meski kejadian terjadi di luar sekolah, kasus ini tetap menjadi perhatian serius bagi pihak dinas pendidikan.

Beberapa pertanyaan muncul, seperti:
Apakah ada mekanisme yang sudah ada untuk mencegah tindakan kekerasan di luar lingkungan sekolah?
Bagaimana tanggung jawab pihak sekolah dalam mengatasi masalah antar siswa?
* Apakah ada pelibatan orang tua atau pihak berwajib dalam menyelesaikan konflik antara siswa?

Langkah yang Diambil oleh Pihak Sekolah

Sekolah tempat siswa terlibat berada di bawah wilayah kerja Dinas Pendidikan Sumut Wilayah II. Dari informasi yang didapat, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian ini. Namun, Abdul menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan sekolah untuk memperoleh data lebih lengkap.

Selain itu, pihak sekolah kemungkinan akan menggelar rapat untuk membahas langkah-langkah pencegahan kekerasan di masa depan. Hal ini penting dilakukan agar tidak terulang kembali.

Tanggapan Masyarakat

Video tersebut menyebar cepat di media sosial, sehingga menimbulkan reaksi dari masyarakat. Banyak netizen yang menyampaikan kekecewaan mereka terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa. Beberapa dari mereka meminta pihak berwajib untuk turun tangan dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Namun, ada juga yang mengkritik sistem pendidikan yang tidak mampu mencegah tindakan anarkis di kalangan siswa. Mereka berharap adanya peningkatan pemahaman tentang nilai-nilai kehidupan dan empati antar siswa.

Kesimpulan

Insiden penganiayaan yang viral ini menjadi peringatan bahwa tindakan kekerasan bisa terjadi kapan saja, bahkan di luar lingkungan sekolah. Diperlukan upaya bersama dari pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis bagi siswa.

Pihak dinas pendidikan dan sekolah harus segera mengambil langkah-langkah preventif dan represif jika diperlukan. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga hubungan baik dan saling menghormati.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar