Video Viral Dedi Mulyadi ke Pabrik Air, Penjelasan Pakar tentang Sumber Air

Video Viral Dedi Mulyadi ke Pabrik Air, Penjelasan Pakar tentang Sumber Air

Video Viral Dedi Mulyadi ke Pabrik Air, Penjelasan Pakar tentang Sumber Air

Video Gubernur Dedi Mulyadi Viral, Ini Penjelasan Pakar Soal Sumber Air Mineral

Video yang menampilkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi pabrik air mineral baru-baru ini menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, sang gubernur melakukan peninjauan ke fasilitas pengolahan milik salah satu perusahaan air mineral terbesar di Indonesia. Ia tampak memperhatikan dan bertanya langsung tentang asal sumber air yang digunakan oleh perusahaan.

Advertisement

Dari hasil kunjungan itu, Gubernur Dedi Mulyadi terkejut ketika mengetahui bahwa air yang diproduksi berasal dari bawah tanah melalui proses pengeboran, bukan dari mata air pegunungan seperti yang selama ini diyakini sebagian masyarakat. Hal ini memicu perbincangan publik mengenai asal-usul air mineral dalam kemasan dan memunculkan pertanyaan: apakah air dari pegunungan lebih baik dibandingkan air dari sumur bor?

Perbedaan Antara Air Pegunungan dan Sumur Bor

Menanggapi hal ini, Dr. Dicky Budiman, peneliti keamanan kesehatan global dari Griffith University, Australia, menjelaskan bahwa perbedaan utama antara kedua jenis air tersebut terletak pada asal hidrologi dan proses pelarutan mineral. Menurutnya:

  • Air pegunungan atau spring water adalah groundwater yang muncul secara alami di permukaan.
  • Sumur bor adalah air yang dipompa dari aquifer pada kedalaman tertentu.

Komposisi kimia dari kedua jenis air ini sangat bergantung pada geologi lokal.

Perbedaan pH dan Kandungan Mineral

Air pegunungan umumnya memiliki pH netral hingga sedikit basa, berkisar antara 7 hingga 8. Jika air tersebut mengalir melalui batuan karbonat, maka akan mengandung mineral seperti bikarbonat, kalsium, dan magnesium. Kandungan ini tidak hanya memberikan rasa segar, tetapi juga menyumbang manfaat gizi meski dalam jumlah kecil.

Sebaliknya, air sumur bor memiliki karakteristik yang lebih bervariasi tergantung pada kondisi geologi setempat. Di wilayah gambut, misalnya, air sumur bor cenderung lebih asam dan bisa mengandung kadar besi atau mangan yang tinggi. Dalam beberapa kasus, ditemukan pula unsur berbahaya seperti arsenik, yang bisa berasal dari kondisi geologi atau pencemaran akibat aktivitas manusia seperti pertanian dan sistem septic tank.

Pentingnya Pengujian Kualitas Air

Karena potensi variasi dan risiko kontaminasi, Dr. Dicky menekankan pentingnya pengujian rutin terhadap air sumur bor. Pengujian ini diperlukan untuk memastikan bahwa air yang dikonsumsi memenuhi standar kualitas air minum yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kebersihan Air Tak Ditentukan dari Nama Sumber

Banyak masyarakat menganggap air pegunungan otomatis lebih bersih. Namun, menurut Dicky, baik air pegunungan maupun air sumur bor bisa sama-sama tercemar jika sumbernya tidak terlindungi. Tidak ada jaminan aman hanya dari nama sumbernya, tegasnya.

Air pegunungan bisa saja terpapar limbah atau bakteri seperti E.coli dan norovirus bila sumbernya terbuka. Begitu juga air sumur bor, terutama yang dangkal dan dekat permukiman. Kontaminasi dari septic tank atau pupuk pertanian bisa menurunkan kualitas air.

Manfaat Utama: Hidrasi Tubuh

Baik air pegunungan maupun air sumur bor memiliki manfaat utama yang sama, yaitu menjaga hidrasi tubuh. Air dengan kandungan mineral alami memang bisa memberikan tambahan nutrisi kecil, namun sifatnya hanya pelengkap.

Mineral alami seperti kalsium, magnesium, dan bikarbonat pada mineral water bisa berkontribusi pada intake mineral harian, tapi bukti klinis efek kesehatan jangka panjang masih terbatas, kata Dr. Dicky.

Sebaliknya, air yang tercemar logam berat justru dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan ginjal atau saraf. WHO juga menyoroti risiko kandungan nitrat tinggi pada air sumur dangkal yang bisa memicu methemoglobinemia pada bayi, kondisi di mana darah kesulitan membawa oksigen.

Bagaimana Memastikan Air Aman Diminum?

Untuk menjamin air layak konsumsi, sumber air harus terlindungi dari limbah, diolah dengan filtrasi memadai, dan diuji secara berkala. Pengolahan bisa menggunakan sistem ultraviolet, ozonisasi, atau penyaringan berlapis.

Air dari mata air tertutup biasanya lebih aman secara alami, tetapi tetap harus dipantau. Sedangkan air sumur bor dalam yang terlindung dengan baik dan diuji rutin juga bisa memiliki kualitas tinggi.

Dr. Dicky menegaskan, yang menentukan bukanlah sumber airnya, melainkan proses pengelolaannya. Sumber air tidak menentukan keamanan akhir. Yang menentukan adalah proteksi sumbernya, pengolahan airnya, dan pengujian secara berkala, pungkasnya.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar