Vera Laruni dan Bayang PAN di Donggala: Cinta, Politik, dan Harapan Masa Depan

Vera Laruni dan Bayang PAN di Donggala: Cinta, Politik, dan Harapan Masa Depan

Vera Laruni dan Bayang PAN di Donggala: Cinta, Politik, dan Harapan Masa Depan

Perubahan Dinamis dalam Politik Sulawesi Tengah

Di tengah lanskap politik Sulawesi Tengah yang sedang mengalami perubahan, muncul satu nama yang kini menjadi sorotan utama: Vera Laruni. Sebagai Bupati Donggala, ia kini tampil dengan seragam Partai Amanat Nasional (PAN), sebuah langkah yang menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah ini sekadar simbolis mengikuti jejak sang suami, Ronni Irwan, atau justru tanda awal dari perjalanan politik baru seorang kepala daerah perempuan?

Advertisement

Pada Sabtu malam (25/10), sinyal tersebut semakin terang. Di kediamannya di Donggala, Vera menjamu Sekretaris Jenderal PAN, Eko Hendro Purnomo, atau yang lebih dikenal sebagai Eko Patrio, bersama rombongan DPP PAN yang baru saja melintasi Sulawesi Barat. Pertemuan yang tampak santai namun penuh makna politik. Pertemuan itu penuh keakraban, tapi jelas bukan tanpa arah, ungkap salah satu orang kepercayaan Vera.

Langkah Vera dianggap oleh sebagian kalangan sebagai pembaptisan politik kedua setelah masa kepemimpinan Kasman Lassa, sosok lama PAN yang pernah menjadi ikon partai berlambang matahari biru di Donggala. Kini, tongkat estafet tampaknya akan berpindah tangan. PAN butuh figur kuat di daerah, dan Vera memiliki semua modal itu elektabilitas, empati publik, serta jejaring birokrasi, kata seorang pengamat politik lokal.

Masuknya Vera ke dalam orbit PAN bukan hanya soal domestik rumah tangga politik, tetapi juga strategi besar partai dalam memperluas basis eksekutif di Sulawesi Tengah. Setelah Moh Besar Bantilan, Wakil Bupati Tolitoli yang juga kader PAN, kini Donggala menjadi wilayah kedua yang dikuasai partai tersebut melalui jalur eksekutif. Langkah ini, menurut pengamat, adalah bagian dari peta biru PAN menjelang Pilkada 2029.

Vera sendiri dikenal bukan politisi yang lahir dari panggung partai, melainkan dari ruang publik yang lebih luas. Gaya komunikasinya lembut, namun tegas dalam pengambilan keputusan. Di balik citra yang kalem, ia menyimpan naluri politik yang tajam. Dia bukan hanya mengikuti suaminya, tapi mulai membangun jalan politiknya sendiri, ujar seorang staf di lingkungan Pemkab Donggala.

Data terakhir menunjukkan bahwa PAN kini memiliki kekuatan legislatif yang cukup merata di Sulawesi Tengah. Tolitoli dan Donggala masing-masing memiliki 3 kursi, diikuti Palu, Parimo, Buol, Poso, Banggai, dan Sigi dengan 2 kursi di DPRD. Dengan tambahan figur-figur baru di eksekutif, partai ini diyakini tengah bersiap memperluas pengaruhnya di tingkat provinsi.

Di sisi lain, kehadiran Vera dalam tubuh PAN juga memberi warna baru bagi partai yang selama ini dikenal maskulin dan didominasi tokoh-tokoh pria. Vera bisa menjadi wajah baru PAN di Sulawesi Tengah representasi kepemimpinan perempuan yang inklusif dan rasional, kata seorang kader muda PAN di Palu. Ia menilai, PAN tengah belajar menyeimbangkan antara kekuatan elektoral dan sentuhan emosional.

Namun, tidak semua pihak memandang langkah Vera sebagai kepastian politik. Beberapa tokoh lokal menilai, langkah itu masih bisa berubah arah, tergantung dinamika hubungan partai dengan pusat kekuasaan daerah. Dalam politik lokal, loyalitas bisa cair. Tapi kalau PAN mampu menjaga ritme, Donggala bisa jadi laboratorium politik baru bagi partai, kata analis politik dari Universitas Tadulako.

Bagi masyarakat Donggala sendiri, perubahan ini lebih dari sekadar simbol warna baju partai. Ini adalah cermin dari transisi generasi politik baru di kabupaten yang sedang tumbuh ini generasi yang tidak lagi sepenuhnya pragmatis, tapi mencari figur yang bisa memadukan empati dan efektivitas. Dan dalam diri Vera Laruni, mereka tampaknya menemukan keduanya.

Apakah Vera akan terus setia berbaju biru muda, atau hanya sekadar singgah di rumah politik suaminya? Waktu akan menjawab. Namun satu hal pasti: kehadirannya telah mengguncang peta politik Sulawesi Tengah menjadikan Donggala sebagai episentrum baru dalam orbit PAN yang kian bersinar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar