
Kekalahan dari Brentford: Tanda Peringatan untuk Liverpool
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengungkapkan bahwa seluruh pemain timnya harus melakukan evaluasi diri setelah kekalahan dari Brentford dalam pertandingan Premier League akhir pekan lalu. Kekalahan ini tidak hanya memperpanjang tren negatif The Reds, tetapi juga menunjukkan kerentanan lini pertahanan yang selama ini menjadi andalan mereka.
"Semua orang harus melihat diri sendiri di cermin, termasuk saya," ujar Van Dijk usai pertandingan. Ia menegaskan bahwa performa tim, terutama lini belakang, belum cukup baik dan perlu diperbaiki.
Pernyataan Van Dijk mencerminkan rasa frustrasi yang mendalam. Alih-alih mencari pihak lain sebagai penyebab kekalahan, ia justru mengakui bahwa kesalahan ada pada dirinya dan rekan-rekannya.
Namun, kritik terhadap Van Dijk tak bisa dihindari, terutama setelah penampilannya yang buruk dalam dua pertandingan terakhir. Salah satu kesalahan fatal yang dilakukannya adalah pelanggaran terhadap Dango Ouattara, yang berujung pada hadiah penalti untuk Brentford. Banyak pengamat menilai aksi tersebut kurang optimal dan menjadi tanda penurunan performa yang semakin jelas.
Joe Cole, mantan pemain Chelsea, menyebut duet Van Dijk dan Ibrahima Konate tampil mengerikan saat Brentford mencetak gol kedua lewat Kevin Schade. Gol itu menunjukkan betapa mudahnya pertahanan Liverpool ditembus hanya dengan satu umpan terobosan.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa tim. Ia menyoroti rendahnya konsentrasi dalam mengantisipasi bola mati dan serangan balik cepat.
"Jika ingin menang, kebobolan tiga gol itu terlalu banyak," tegas Slot. Ia menambahkan bahwa gol pertama datang dari set-piece dan gol kedua dari counter-attack, hal-hal yang seharusnya sudah dipersiapkan.
Slot juga menyebut masalah klasik yang kembali muncul, yaitu ketidakmampuan Liverpool mengatasi bola-bola udara dan lemparan jauh lawan. Hal ini menjadi awal dari gol pembuka Brentford lewat Ouattara.
Van Dijk mengakui bahwa kesalahan ini sangat menyakitkan, terlebih karena timnya telah berlatih khusus untuk menghadapi lemparan jauh Michael Kayode. "Gol pertama sangat mengecewakan karena itu hal yang sudah kami latih. Kami tahu lemparan jauh mereka berbahaya, tapi kami justru memberi mereka terlalu banyak peluang untuk melakukannya."
Namun, pernyataan Van Dijk memicu pertanyaan. Apakah benar-benar mungkin untuk menghindari lemparan ke dalam dalam sepak bola? Terlebih jika lawan terus menekan di area sayap. Solusi yang lebih realistis adalah bertahan lebih baik, bukan menghindari bola keluar lapangan.
Apakah Van Dijk benar-benar berharap para pemain Liverpool tidak men-tackle lawan di sisi lapangan hanya demi mencegah lemparan ke dalam?
Kekalahan dari Brentford ini menunjukkan bahwa Liverpool kehilangan ketangguhan yang dulu menjadi ciri khas mereka. Mereka perlu bercermin dan segera menemukan kembali jati diri pertahanan yang dulu menakutkan.
Komentar
Kirim Komentar