UMKM Tersenyum di Tengah Kebahagiaan, Sumirat Carnival Jadi Berkah bagi Pelaku Usaha Lokal

UMKM Tersenyum di Tengah Kebahagiaan, Sumirat Carnival Jadi Berkah bagi Pelaku Usaha Lokal

UMKM Tersenyum di Tengah Kebahagiaan, Sumirat Carnival Jadi Berkah bagi Pelaku Usaha Lokal

Perayaan Sumirat Carnival: Kehidupuan Ekonomi di Tengah Pesta Cahaya

Langit Bandung tampak berubah menjadi jingga ketika tenda-tenda UMKM mulai ramai di Lapangan Tegalega. Aroma kopi, jajanan tradisional, dan camilan kekinian tercampur dengan dentuman musik dari panggung utama. Malam itu bukan hanya cahaya kendaraan hias yang menyala, tetapi juga semangat para pelaku UMKM yang turut bersinar.

Advertisement

Sumirat Carnival Citylight, puncak perayaan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung, menjadi momen yang paling ditunggu. Ribuan warga memenuhi sepanjang rute pawai dari Balai Kota hingga Tegalega. Di balik gemerlap lampu dan parade kendaraan hias, ada denyut ekonomi yang tumbuh di lapangan hijau tersebut: ratusan pelaku usaha kecil menengah yang mendapat kesempatan langka untuk tampil di hadapan publik luas.

Tanto, pemilik UMKM Tabso, tampak sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan. Ia tak berhenti tersenyum. Ini bukan cuma soal jualan, tapi promosi besar-besaran, ujarnya sambil meladeni pembeli yang memesan minuman hangat. Kita bisa ikut tanpa biaya, dan branding kita makin dikenal warga Bandung. Ini acara yang luar biasa untuk UMKM.

Tak jauh dari sana, Kanjeng, pelaku usaha maniik.kin, ikut mengamini. Booth miliknya dipenuhi pengunjung yang penasaran dengan produk aksesori buatan tangan. Dapat fasilitas gratis dari Disdagin, itu luar biasa banget. Kalau harus bayar sewa tempat, belum tentu bisa ikut, katanya. Ia berharap acara serupa bisa terus digelar agar UMKM bisa bertahan di tengah ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Festival ini memang bukan sekadar pesta cahaya, tapi juga wadah pemberdayaan. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyediakan puluhan booth tanpa biaya. Konsepnya sederhana: warga senang, UMKM berkembang.

Antusiasme juga datang dari pengunjung. Di antara sorak-sorai penonton yang menyambut parade kendaraan hias, Salsabila dan Fatimah, dua pengunjung asal Antapani, mengaku selalu hadir setiap tahun. Sekarang lebih seru karena ada bazar dan band-band lokal. Setiap tahunnya makin keren, ujar Salsabila.

Ketika malam menjelang dan band-band legendaris seperti Gigi, Pas Band, dan Kuburan tampil di panggung utama, suasana mencapai puncaknya. Lampu-lampu berwarna memantul di wajah penonton yang bersorak, sementara di area bazar, transaksi tak berhenti hingga larut malam.

Bagi sebagian orang, Sumirat Carnival hanyalah tontonan megah. Tapi bagi para pelaku UMKM, malam itu adalah peluang emas malam ketika cahaya tidak hanya menerangi langit Bandung, tapi juga membuka jalan menuju harapan baru.

Faktor Sukses Acara Sumirat Carnival

Ada beberapa faktor yang membuat acara Sumirat Carnival sukses dalam memberikan dampak positif pada UMKM:

  • Pembiayaan Gratis: Pemerintah Kota Bandung menyediakan booth secara gratis, sehingga UMKM dapat berpartisipasi tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
  • Promosi Luas: Acara ini menjadi ajang promosi besar-besaran bagi pelaku UMKM, meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk mereka.
  • Keterlibatan Masyarakat: Partisipasi warga yang tinggi menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi para pelaku usaha kecil.
  • Kolaborasi dengan Musisi Lokal: Penampilan band-band lokal menambah daya tarik acara, menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan aktivitas bisnis.

Pengalaman Para Pelaku UMKM

Beberapa pelaku UMKM memberikan testimoninya tentang pengalaman mereka dalam mengikuti acara ini:

  • Tanto (Tabso): Menyatakan bahwa acara ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas jaringan dan meningkatkan brand awareness.
  • Kanjeng (maniik.kin): Merasa sangat berterima kasih atas fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, karena membantu mereka berpartisipasi tanpa biaya.

Harapan Masa Depan

Para pelaku UMKM berharap acara seperti Sumirat Carnival dapat terus dilaksanakan agar dapat memberikan dampak positif berkelanjutan. Mereka percaya bahwa dengan adanya acara semacam ini, UMKM akan lebih mudah bertahan di tengah tantangan ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.

Kesimpulan

Sumirat Carnival Citylight bukan hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang nyata. Melalui acara ini, para pelaku UMKM dapat menunjukkan potensi mereka, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, acara ini menjadi contoh bagaimana pertemuan antara budaya dan ekonomi dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar