Trah Sri Sultan HB II Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

Trah Sri Sultan HB II Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

Trah Sri Sultan HB II Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

Dukungan Kuat dari Trah HB II untuk Pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Keluarga besar keturunan Raja Ngayogyakarta, khususnya trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II, memberikan dukungan penuh terhadap wacana pengusulan Presiden ke-2 Republik Indonesia (RI), HM Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional. Mereka menilai bahwa Soeharto layak menerima gelar tersebut karena masih termasuk dalam keturunan Sri Sultan HB II.

Advertisement

Peran Penting dalam Sejarah Bangsa

Fajar Bagoes Poetranto, Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika dan perwakilan trah HB II, menyatakan bahwa jasa-jasa Soeharto selama masa kepemimpinan sebagai Presiden RI (19671998) sangat berkontribusi terhadap bangsa dan negara. Ia meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar penghargaan ini diberikan pada saat Hari Pahlawan Nasional yang jatuh di bulan November mendatang.

"Usulan ini sudah melalui prosedur hukum yang berlaku, termasuk seleksi bertingkat dan sosialisasi di tingkat daerah hingga pusat," ujarnya. Fajar menegaskan bahwa usulan ini bukanlah hal baru, tetapi kini kembali mengemuka dan mendapat perhatian lebih besar.

Proses Pengusulan yang Telah Dilalui

Proses pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional dimulai dari inisiatif masyarakat dan daerah. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi, khususnya Jawa Tengah, telah melakukan langkah-langkah awal. Usulan kemudian diteruskan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan dikaji oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

Kemensos telah memastikan bahwa usulan Soeharto telah melalui sidang dan pembahasan berulang kali, serta memenuhi syarat-syarat formil yang ditentukan. Beberapa waktu lalu, Menteri Sosial menyerahkan berkas usulan tersebut kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) yang diketuai oleh Menteri Kebudayaan.

Daftar Nama yang Diusulkan

Pada tahun ini, Kemensos mengusulkan sekitar 40 nama tokoh, termasuk HM Soeharto, Abdurrahman Wahid, dan Marsinah. Berkas usulan tersebut kini sedang dinilai lebih lanjut oleh Dewan Gelar. Dewan ini bertugas mempertimbangkan berbagai pandangan dan masukan dari masyarakat, akademisi, dan tokoh daerah.

Proses Akhir yang Menunggu Keputusan

Setelah proses kajian selesai, keputusan akhir terkait penetapan gelar Pahlawan Nasional akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Fajar menegaskan bahwa semua tahapan telah dilalui dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar