
Progres Pembangunan Tol JogjaSolo yang Menjanjikan
Pembangunan Tol JogjaSolo kini semakin terlihat nyata, terutama pada seksi 2 paket 2.2 yang melintasi area dari Trihanggo hingga Junction Sleman. Berdasarkan data terbaru hingga akhir September 2025, progres fisik proyek ini telah mencapai 66,39 persen. Hal ini menunjukkan percepatan signifikan dalam pembangunan infrastruktur strategis yang akan menghubungkan dua kota penting di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tol JogjaSolo merupakan bagian dari jaringan Tol JogjaYogyakartaKulonprogo yang nantinya akan tersambung dengan Tol JogjaBawen di sisi utara Yogyakarta. Ruas TrihanggoJunction Sleman menjadi kawasan vital karena akan berfungsi sebagai simpul utama pertemuan tiga jalur tol besar di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Aktivitas Konstruksi yang Intens
Aktivitas konstruksi saat ini berlangsung intens di beberapa kawasan seperti Trihanggo, Trogotati, Tirtoati, dan sekitar Ring Road Utara, terutama di simpang empat Kronggahan. Di lokasi ini, sejumlah girder sudah terbentang di atas pilar-pilar beton, menandakan bahwa pembangunan struktur utama berjalan masif. Sementara itu, pekerjaan timbunan dan pengecoran juga terus dilakukan secara paralel.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah teknik "sosrobahu" dalam pemutaran kepala pilar. Metode khas Indonesia ini memungkinkan pemutaran struktur besar tanpa perlu menutup seluruh jalur lalu lintas. Inovasi ini tidak hanya mempercepat pekerjaan tetapi juga meminimalkan gangguan di jalan nasional yang padat.
Rencana Menyatu dengan Trans Jawa
Tol JogjaSolo memiliki panjang total sekitar 96,57 km, terbagi menjadi tiga seksi utama:
- Seksi 1: KartasuraPurwomartani (42,38 km)
- Seksi 2: PurwomartaniJunction Sleman (15,63 km)
- Seksi 3: Junction SlemanGadingan, Kulonprogo (35,74 km)
Sebagian ruas, seperti Seksi 1 Paket 1.1 (KartasuraNgawen Klaten) dan Paket 1.2 (Exit Tol Perambanan), telah beroperasi sejak 2024. Target akhir 2025 adalah sambungan hingga Simpang Susun Purwomartani dan Exit Tol Kalasan Yogyakarta bisa rampung, membuka akses langsung ke pusat Yogyakarta dan terhubung dengan jaringan Tol Trans Jawa.
Landmark Baru Yogyakarta
Di kawasan Trihanggo, desain onoff ramp tengah disiapkan untuk memudahkan pengguna jalan masuk atau keluar langsung dari tol JogjaSolo. Dengan struktur elevated (melayang) dan desain modern, ruas ini diproyeksikan menjadi landmark infrastruktur baru di Ring Road Utara Yogyakarta.
Pantauan di lapangan memperlihatkan deretan pilar kokoh yang siap menopang balok girder di sepanjang koridor utama. Sementara di sisi Junction Sleman, meski sebagian pekerjaan sempat tertunda, persiapan penyambungan antarruas terus digenjot agar target penyambungan tol antarwilayah di DIY dapat tercapai.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Jika seluruh pembangunan rampung, Tol JogjaSolo bukan hanya memperlancar arus kendaraan antarkota, tapi juga menjadi tulang punggung ekonomi baru yang menghubungkan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain itu, tol ini akan mempercepat integrasi wilayah selatan jaringan Tol Trans Jawa.
Dengan progres yang terus meningkat, Tol JogjaSolo diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan memperkuat konektivitas antar daerah.
Komentar
Kirim Komentar