
Sembalun Mountain Marathon 2025: Perayaan Alam, Budaya, dan Kreativitas Lokal
Udara sejuk pegunungan Sembalun di pagi hari membawa semangat baru bagi para peserta dan pengunjung. Di antara barisan tenda-tenda UMKM, aroma kopi arabika bercampur dengan wangi cilok khas Sembalun yang digoreng di atas tungku sederhana. Di sisi lain, para pelari tengah bersiap menaklukkan rute curam Pergasingan dalam ajang Sembalun Mountain Marathon (SMM) 2025.
Namun, bukan hanya soal lari. Tahun ini, SMM tampil berbeda. Di bawah koordinasi Sembalun Foundation, kegiatan olahraga ekstrem itu berpadu dengan Festival Sembalun 2025, yang untuk pertama kalinya menghadirkan konsep perayaan lintas bidang: alam, budaya, dan kreativitas lokal.
Ini bukan sekadar festival, ini perayaan jati diri Sembalun, kata Hamka Abdul Malik, perwakilan Sembalun Foundation, di sela pembukaan acara. Ia menyebut kegiatan ini telah masuk dalam Top Event NTB dan diharapkan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, Sabtu 25 Oktober 2025.
Tema besar tahun ini, Merayakan Alam, Budaya, dan Kreativitas Lokal, menggambarkan tekad warga Sembalun untuk menampilkan wajah baru pariwisata: yang tidak hanya menjual panorama Rinjani, tetapi juga menonjolkan peran manusia dan karya mereka.
Di lapangan terbuka, Kirab Sembalun Budaya menampilkan pakaian adat, musik tradisional, dan ritual panen yang disimbolkan oleh tumpeng sayur hasil bumi lokal. Tak jauh dari situ, para pelaku UMKM memamerkan produk unggulan: madu hutan, sambal lombok hijau, hingga kain tenun yang ditenun langsung di tempat.
Selain dukungan pemerintah, kami berharap partisipasi masyarakat lokal agar event ini benar-benar menjadi kebanggaan Sembalun, ujar Hamka.
Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda yang mulai pulang kampung. Mereka bukan hanya penonton, tetapi juga penggerak mengelola acara, menyiapkan stand, hingga menjadi relawan di setiap pos lomba.
Festival Sembalun 2025 juga menjadi bentuk kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku usaha kecil. Di tengah gemuruh sorak pelari yang mencapai garis finis, terselip optimisme baru: Sembalun tidak lagi hanya dikenal karena pemandangan Gunung Rinjani, tetapi karena masyarakatnya yang kreatif dan berdaya.
Berbagai Aktivitas yang Menarik Perhatian
- Pameran UMKM: Para pelaku usaha kecil memperkenalkan produk-produk unggulan seperti madu hutan, sambal lombok hijau, dan kain tenun.
- Kirab Budaya: Menghadirkan pakaian adat, musik tradisional, serta ritual panen yang melibatkan masyarakat setempat.
- Kegiatan Olahraga: Sembalun Mountain Marathon menjadi pusat perhatian, dengan rute yang menantang dan peserta dari berbagai kalangan.
- Kolaborasi Komunitas: Festival ini merupakan hasil kerja sama antara komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha kecil, menciptakan suasana gotong royong yang kuat.
Visi Masa Depan Sembalun
Dengan langkah kecil ini, Sembalun mencoba menulis bab baru dalam sejarahnya, bab tentang desa yang merayakan alamnya, menjaga budayanya, dan menghidupkan ekonomi rakyatnya melalui festival yang lahir dari semangat gotong royong.
Festival Sembalun 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat identitas lokal dan mempromosikan potensi wisata yang ada. Dengan inisiatif-inisiatif seperti ini, Sembalun menunjukkan bahwa desa-desa pedesaan juga bisa menjadi pusat perhatian dan sumber inspirasi bagi banyak orang.
Komentar
Kirim Komentar