Sandal Mewah di Bawah, Sandiaga dan Purbaya Jadi Sorotan Soal Ponsel

Sandal Mewah di Bawah, Sandiaga dan Purbaya Jadi Sorotan Soal Ponsel

Menteri Pariwisata dan Keuangan Tampil Sederhana dengan HP Lawas

Mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian publik bukan karena jabatan atau kebijakan yang mereka lakukan, tetapi karena penggunaan ponsel lawas yang kalah canggih dari staf mereka. Hal ini menunjukkan sisi rendah hati dan sederhana dari dua tokoh penting di Indonesia.

Advertisement

Sandiaga Uno Tetap Setia pada iPhone 11

Salah satu contohnya adalah Sandiaga Uno, yang masih menggunakan iPhone 11 meskipun kini telah hadir berbagai seri terbaru hingga ke-17. Fakta ini terungkap saat ia menghadiri acara Borneo Champhionship CGC 2025. Saat itu, ia bertanya kepada salah satu peserta acara:

iPhone berapa yang paling banyak keluhan pecah (LCD-nya)?

iPhone 11 pak, jawab peserta tersebut.

Meski demikian, iPhone milik Sandiaga masih terlihat dalam kondisi baik. Ia bahkan menyebut bahwa ponselnya masih bagus karena sering dipandangi oleh istri tercintanya, Nur Asia, yang terpampang di wallpaper ponselnya.

Purbaya Yudhi Sadewa Tertawa Atas Perbandingan Ponsel

Tidak hanya Sandiaga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memiliki cerita serupa. Saat menjelaskan perkembangan sistem Coretax, ia secara tidak sengaja membandingkan ponsel miliknya dengan ponsel anak buahnya. Sistem Coretax merupakan platform penting yang digunakan pemerintah dalam bidang keuangan dan administrasi.

Saat itu, Purbaya ingin memberikan penjelasan sambil melihat layar yang ada di belakangnya. Namun, seorang bawahan sigap memberikan ponselnya yang berisi informasi tentang sistem Coretax. Sebelum membaca penjelasan tersebut, Purbaya menyampaikan komentar:

Ini pak, kata bawahan sambil memberikan ponselnya.

Handphone lo bagus, gede lo ya, ujar Purbaya.

Ia kemudian mengambil ponsel miliknya sendiri dan berkomentar:

Layarnya gede nih, layar gue kecil, katanya sambil tertawa.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Purbaya tidak merasa malu atas ponsel lawas yang ia gunakan. Justru, ia bisa tertawa dan mengakui perbedaan antara ponselnya dan ponsel stafnya.

Kebiasaan Sederhana yang Menginspirasi

Kedua menteri ini menunjukkan bahwa kesederhanaan tidak selalu berarti kurangnya kemampuan atau kualitas. Meski menggunakan perangkat teknologi yang lebih lama, mereka tetap mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, hal ini justru membuat mereka lebih dekat dengan rakyat dan menunjukkan sikap rendah hati yang sangat penting bagi seorang pemimpin.

Beberapa orang mungkin merasa heran mengapa mereka tidak beralih ke ponsel terbaru. Namun, bagi Sandiaga dan Purbaya, hal ini bukanlah prioritas utama. Yang lebih penting adalah fokus pada tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pejabat negara.

Kesimpulan

Dari kedua momen ini, kita dapat belajar bahwa kesederhanaan tidak selalu berarti ketidaktahuan atau ketidaktahuan akan teknologi. Justru, kesederhanaan bisa menjadi bentuk keberanian untuk tidak terjebak dalam kemewahan yang tidak perlu. Dengan menggunakan ponsel lawas, Sandiaga dan Purbaya menunjukkan bahwa mereka lebih memilih fokus pada pekerjaan daripada pada gaya hidup yang terlalu mewah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar