
Proyek Jalan Tol Getaci Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional
Dengan ditetapkannya proyek jalan Tol Getaci ke dalam proyek strategis nasional (PSN) 2025, maka jalan bebas hambatan yang membentang sejauh 206,65 km mulai dari Gedebage hingga Cilacap akan segera dibangun. Proyek ini memiliki beberapa keistimewaan yang diatur dalam PP Nomor 42 Tahun 2021, salah satunya adalah percepatan pembangunan.
Berdasarkan informasi terbaru, jalan Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) akan masuk proses lelang pada tahun 2026 dan diagendakan beroperasi pada tahun 2029. Namun, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian menjelaskan bahwa target operasional jalan Tol Getaci pada tahun 2029 tidak sampai Cilacap, tetapi hanya sampai Tasikmalaya.
"Sementara (hanya Gedebage-Tasikmalaya baru kemudian dilanjut Tahap 2 Tasikmalaya-Cilacap). Eksesnya seperti itu," jelas Willan pada acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Rencana Pembangunan Jalan Tol Getaci Sampai Tasikmalaya
Dalam perencanaan pembangunan konstruksi Tol Getaci sampai Tasikmalaya akan dilakukan dalam 2 seksi. Seksi 1 mencakup Gedebage-Garut Utra dan Seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya. Proses pembangunan ini akan menjadi langkah penting untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Garut secara serius telah merancang sejumlah rencana untuk menyambut jalan Tol Getaci yang akan melintas ke wilayanya. Salah satu rencana utama adalah membangun jalan akses dan jembatan yang bakal tersambung langsung dengan dua Gerbang Tol Getaci.
Persiapan Jalan Akses dan Jembatan di Kabupaten Garut
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail mengatakan, Pemkab Garut telah berencana membangun jalan akses dan jembatan yang akan tersambung langsung dengan dua Gerbang Tol Getaci. Di Kabupaten Garut, pemerintah sudah menetapkan akan membangun dua Gerbang Tol Getaci untuk akses keluar-masuk kendaraan, yakni di Kecamatan Banyuresmi dan Kecamatan Cilawu.
"Kalau dari perencanaan kita sudah punya, makanya tadi itu kan sampai Munjul dari Munjul sampai Cimaragas, kita kan antisipasi exit tol," ujar Agus di Garut kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Pemkab Garut mempersiapkan jalan akses menuju langsung ke kedua Gerbang Tol itu, untuk menunjang keluar masuk kendaraan dari jalan tol yang tersambung dengan jalan yang sudah ada. "Kalau untuk pembangunan tadi kita masih harus bebaskan lahan, misalkan bangun Jalan Kadungora-Leles, itu kan kalau untuk antisipasi tol itu sudah harus dibangun," katanya.
Agus menambahkan, Pemkab Garut juga akan menyiapkan jalan yang tersambung dengan Jalan Anwar Musadaddiyah, kemudian ke Jalan Aruji, lalu ada lagi jalan yang melewati aliran Sungai Cimanuk.
Selain itu, pembangunan jembatan juga menjadi skala prioritas untuk membuka akses jalan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp130 miliar.
"Di situ kan ada jembatan Cimanuk, kita untuk jembatan Cimanuk saja butuh Rp130 miliar," katanya.
Dia berharap, paling lambat tahun 2026 ini sudah melakukan persiapan untuk menunjang akses jalan di wilayah Garut yang aman dan tidak terjadi penumpukan kendaraan di dua Gerbang Tol Getaci.
"Kita harapkan sudah mulai ada penanganan ke sana (pembangunan jalan baru), cuma kan kita butuh mana dulu nanti yang jadi prioritas, misal jembatan Cimanuk, itu kan prioritas," katanya.
Progres Pembangunan Jalan Tol Getaci di Wilayah Kabupaten Garut
Sementara itu, progres terbaru pembangunan jalan Tol Getaci di wilayah Kabupaten Garut terus berproses. Saat ini pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi untuk masyarakat yang tanahnya terdampak jalan Tol Getaci terus dikebut. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan kelancaran pembangunan jalan Tol Getaci.
Komentar
Kirim Komentar