Pemerintah Terbitkan Surat Utang Berdenominasi Yuan Cina Senilai Rp13,97 Triliun
Pemerintah Indonesia kembali melakukan penerbitan surat utang dalam bentuk Dim Sum Bond, yaitu surat utang berdenominasi yuan Cina (CNH) dengan total nilai sebesar CNH6 miliar atau setara dengan Rp13,97 triliun. Ini merupakan penerbitan pertama pemerintah dalam mata uang renminbi yang memiliki tenor lima dan sepuluh tahun.
Transaksi ini menjadi bagian dari keberhasilan pemerintah dalam menjalankan penerbitan Global Bonds berformat SEC-registered untuk yang kesembelas kalinya. Langkah ini menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengakses pasar internasional dengan efisiensi yang tinggi.

Layar monitor menunjukan pergerakan grafik surat utang negara di Delaing Room Treasury (ilustrasi). - (aiotrade/Wihdan)
Format Penerbitan SEC Shelf Registered
Penerbitan dilakukan melalui format SEC Shelf Registered, yang memungkinkan pemerintah untuk menjual obligasi secara bertahap tanpa perlu mendaftar ulang ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Dengan demikian, proses penerbitan lebih efisien dan memperluas akses pembiayaan bagi Indonesia di pasar global.
Struktur Penerbitan Dim Sum Bond
Dim Sum Bond diterbitkan dalam dua seri:
- Seri RICNH1030 dengan tenor lima tahun dan jatuh tempo 31 Oktober 2030, senilai CNH3,5 miliar dengan kupon sebesar 2,5 persen.
- Seri RICNH1035 dengan tenor sepuluh tahun dan jatuh tempo 31 Oktober 2035, senilai CNH2,5 miliar dengan kupon sebesar 2,9 persen.
Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), penerbitan ini memanfaatkan momentum positif pasar obligasi berdenominasi renminbi (CNH) serta sentimen global yang kondusif. Pemerintah resmi membuka masa penawaran pada 23 Oktober 2025 dengan sambutan yang sangat baik dari investor internasional.
Tingginya Minat Investor
Tingginya minat investor terlihat dari total final pemesanan Dim Sum Bonds (orderbook) yang mencapai CNH18 miliar atau sekitar Rp41,91 triliun. Besarnya minat ini memungkinkan pemerintah menetapkan yield akhir yang lebih kompetitif, yaitu turun 45 basis poin untuk tenor lima tahun dan 40 basis poin untuk tenor sepuluh tahun.
Dengan demikian, imbal hasil akhir tercatat sebesar 2,5 persen untuk tenor lima tahun dan 2,9 persen untuk tenor sepuluh tahun.
Kepercayaan Investor Asing
Pemerintah menilai keberhasilan penerbitan Dim Sum Bond ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Selain itu, penerbitan ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus memperluas basis investor global.
Hasil penerbitan obligasi ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memperkuat posisi fiskal dan memperluas sumber pendanaan yang berasal dari pasar internasional.
Komentar
Kirim Komentar