
Renungan Harian Katolik: Bertobat dan Berharap
Mengungkap tragedi masa lalu bisa menjadi inspirasi bagi manusia masa kini bagaimana seharusnya ia hidup. Tragedi tersebut juga bisa menjadi bahan refleksi diri, memberikan pelajaran penting tentang kehidupan dan kesadaran akan dosa serta pentingnya pertobatan.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengungkapkan dua tragedi yang terjadi pada orang-orang Galilea dan 18 orang yang mati akibat tertimpa menara Siloam. Dari kedua peristiwa ini, Yesus menegaskan bahwa tidak semua orang yang mengalami malapetaka lebih berdosa daripada yang lain. Ia menekankan bahwa setiap orang, tanpa kecuali, berdosa dan harus bertobat.
Pentingnya Pertobatan
Yesus mengingatkan kita bahwa pertobatan adalah hal yang sangat penting. Kematian bisa datang tiba-tiba, tanpa ada waktu untuk mempersiapkan diri. Oleh karena itu, setiap orang harus terus-menerus bertobat, menerima Yesus, dan percaya sepenuhnya kepada-Nya dalam seluruh hidup mereka. Pertobatan bukan hanya sekadar mengakui dosa, tetapi juga menjalani kehidupan yang di dalam Kristus.
Pertobatan yang ditekankan Yesus adalah dengan menerima-Nya dan percaya kepada-Nya. Namun, dalam banyak kasus, orang-orang Yahudi pada masa itu tidak melakukan hal ini. Meskipun begitu, Allah yang penuh kasih masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertumbuh dan menghasilkan buah pertobatan melalui perumpamaan pohon ara.
Relevansi bagi Kita Saat Ini
Bagi kita yang sudah menerima Yesus dan percaya kepada-Nya, kita pun adalah orang-orang berdosa yang juga perlu bertobat. Bertobat berarti mau hidup di dalam Dia, berakar di dalam-Nya, dan dibangun di atas-Nya. Jika kita bertobat dalam semangat ini, maka kita boleh berharap bahwa hidup kita akan berbuah; buah dari pertobatan adalah keselamatan.
Kita harus siap-sedia menyambut Tuhan yang datang dalam kemuliaanNya. Semangat pertobatan akan mengondisikan hati kita untuk selalu siap. Dengan demikian, kita dapat hidup dalam kesadaran bahwa kematian bisa terjadi kapan saja, di mana saja.
Peran Ekaristi dalam Pertobatan
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan bahwa semangat pertobatan menemukan sumbernya dalam Ekaristi. Di dalam Ekaristi, kurban Kristus yang mendamaikan kita dengan Allah dihadirkan. Melalui Ekaristi, kehidupan kita dikuatkan dan diberkati. Ekaristi adalah nurbisa yang membawa kita bebas dari kesalahan sehari-hari dan melindungi kita dari dosa berat.
Oleh karena itu, mari kita dijiwai oleh Ekaristi, bertobat, dan berharap agar hidup kita berubah dan berbuah keselamatan, bukan kebinasaan.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang penuh kasih, Engkau sabar menantikan kami yang sering lambat untuk berubah. Ampunilah kami atas kekerasan hati dan kelalaian kami dalam berbuat baik. Seperti penggarap yang memelihara pohon ara, rawatlah hati kami agar subur oleh kasih dan berbuah dalam perbuatan nyata.
Berilah kami keberanian untuk bertobat setiap hari dan kesetiaan untuk hidup menurut kehendak-Mu. Jadikanlah kami pohon yang menghasilkan buah kasih, kedamaian, dan keadilan di dunia ini. Kami serahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu, kini dan selamanya. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Sabtu. Selamat berakhir pesan.... Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin.
Komentar
Kirim Komentar