
BANDUNG, aiotrade
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sedang menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun 2026. Perubahan ini dilakukan setelah pemerintah memperkenalkan format RKAB tiga tahun melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dinna Permana Setyani, Head Corporate Communication & Government Relations Department PTBA, menjelaskan bahwa penyesuaian masih berlangsung karena sosialisasi aturan baru baru saja dilakukan.
Teman-teman dari pertambangan masih menyesuaikan diri karena sosialisasinya baru dilakukan minggu ini, ujar Dinna di Bandung, Jumat (24/10/2025).
Perubahan format RKAB dari satu tahun menjadi tiga tahun membutuhkan penyesuaian perencanaan dan anggaran. Tim internal PTBA, baik dari divisi pertambangan maupun anggaran, sedang mengkaji dampak kebijakan baru terhadap target dan rencana kerja perusahaan.
Karena aturannya baru disosialisasikan, teman-teman juga masih mengukur dan menyesuaikan dengan yang sudah disusun sebelumnya, kata Dinna.
PTBA akan menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian ESDM terkait petunjuk teknis pelaksanaan RKAB tiga tahun sebelum menyampaikan pembaruan resmi rencana kerja.
Hingga akhir September 2025, produksi batu bara PTBA mencapai 35,90 juta ton, naik 9 persen dibanding 32,97 juta ton pada periode sama tahun lalu. Kontribusi anak perusahaan jasa penambangan, PT Satria Bahana Sarana, tercatat 21 persen dari total produksi. Nisbah kupas tercatat 5,98 kali hingga kuartal III 2025.
Penjualan PTBA mencapai 33,70 juta ton, naik 8 persen dibanding 31,28 juta ton pada tahun sebelumnya. Sebanyak 56 persen penjualan diserap pasar domestik, sisanya ekspor. Volume angkutan batu bara meningkat menjadi 30,02 juta ton atau naik 8 persen dari 27,83 juta ton pada periode sama. Peningkatan ini didorong oleh koordinasi dan efisiensi logistik serta optimalisasi rantai pasok.
Strategi Penyesuaian RKAB yang Sedang Dilakukan
PTBA sedang melakukan beberapa langkah strategis untuk menyesuaikan RKAB tiga tahun. Berikut adalah beberapa hal yang sedang dipertimbangkan:
-
Pemetaan Ulang Target Produksi
Tim internal sedang memetakan ulang target produksi dalam tiga tahun ke depan agar sesuai dengan aturan baru. Hal ini termasuk evaluasi kapasitas tambang dan potensi peningkatan produksi. -
Pengaturan Anggaran yang Lebih Fleksibel
Anggaran yang diperlukan untuk operasional dan investasi juga sedang disesuaikan agar dapat menjangkau seluruh kebutuhan dalam jangka tiga tahun. -
Evaluasi Dampak terhadap Operasional
PTBA sedang mengevaluasi bagaimana perubahan RKAB akan memengaruhi operasional harian, termasuk pengadaan sumber daya manusia dan infrastruktur. -
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Perusahaan sedang membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pemerintah dan mitra bisnis untuk memastikan semua pihak siap menghadapi perubahan regulasi.
Kinerja Keuangan dan Operasional PTBA
Sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, PTBA terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berikut adalah beberapa data penting tentang kinerja PTBA hingga kuartal III 2025:
-
Produksi Batu Bara
Produksi mencapai 35,90 juta ton hingga akhir September 2025, naik 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. -
Kontribusi Anak Perusahaan
Anak perusahaan jasa penambangan, PT Satria Bahana Sarana, memberikan kontribusi sebesar 21 persen dari total produksi. -
Nisbah Kupas
Nisbah kupas mencapai 5,98 kali hingga kuartal III 2025, menunjukkan efisiensi dalam proses penambangan. -
Penjualan
Penjualan batu bara mencapai 33,70 juta ton, naik 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. -
Pasar Domestik dan Ekspor
Sebanyak 56 persen dari total penjualan diserap pasar domestik, sedangkan sisanya diekspor. -
Volume Angkutan
Volume angkutan batu bara meningkat menjadi 30,02 juta ton, naik 8 persen dari 27,83 juta ton pada periode yang sama.
Faktor Pendukung Pertumbuhan
Beberapa faktor telah berkontribusi pada pertumbuhan PTBA dalam beberapa bulan terakhir:
-
Koordinasi Logistik yang Efisien
PTBA telah meningkatkan koordinasi antara pihak-pihak terkait dalam logistik, sehingga mempercepat proses pengiriman batu bara. -
Optimalisasi Rantai Pasok
Proses rantai pasok telah dioptimalkan untuk memastikan distribusi yang lebih cepat dan efisien. -
Peningkatan Kapasitas Produksi
Peningkatan kapasitas produksi juga berkontribusi pada kenaikan volume produksi dan penjualan.
Dengan strategi yang tepat dan koordinasi yang baik, PTBA optimis mampu memenuhi target produksi dan penjualan dalam jangka panjang.
Komentar
Kirim Komentar