Produksi Tembaga Freeport Turun 29% Akibat Longsor Grasberg

Produksi Tembaga Freeport Turun 29% Akibat Longsor Grasberg

Advertisement

Penurunan Produksi Tembaga dan Emas di PT Freeport Indonesia

Pada kuartal III/2025, produksi tembaga dan emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) mengalami penurunan signifikan. Hal ini terjadi seiring dengan penghentian sementara operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua Tengah. Peristiwa ini memengaruhi jumlah produksi yang mencapai 90 juta pound tembaga dan 80.000 ounce emas selama periode tersebut.

Data Produksi Tembaga

Produksi tembaga PTFI pada kuartal III/2025 mencapai 311 juta pound, yang merupakan penurunan sebesar 29,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 439 juta pound. Dalam keseluruhan 9 bulan pertama tahun 2025, produksi tembaga mencapai 966 juta pound, turun 29% secara year-on-year (yoy) dari 1,37 miliar pound pada 2024.

Sementara itu, penjualan tembaga pada kuartal III/2025 juga mengalami penurunan sebesar 15,49% yoy menjadi 360 juta pound, dibandingkan 426 juta pound pada tahun sebelumnya. Meskipun volume penjualan menurun, harga jual rata-rata tembaga meningkat menjadi US$4,52 per pound, naik dari US$4,29 per pound pada tahun lalu.

Secara kumulatif, penjualan tembaga Januari-September 2025 tercatat sebesar 1,093 miliar pound, yang lebih rendah dari 1,256 miliar pound pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, harga jual rata-rata tembaga tetap meningkat menjadi US$4,42 per pound, dibandingkan US$4,24 per pound pada tahun lalu.

Data Produksi Emas

Produksi emas pada kuartal III/2025 mencapai 281.000 ounce, yang merupakan penurunan sebesar 37,69% yoy dari 451.000 ounce pada 2024. Penjualan emas juga mengalami penurunan, dari 554.000 ounce menjadi 332.000 ounce.

Meski demikian, harga jual rata-rata emas melonjak signifikan menjadi US$3.535 per ounce, naik dari US$2.569 per ounce pada tahun lalu. Dalam keseluruhan 9 bulan pertama tahun 2025, produksi emas mencapai 876.000 ounce, turun 38% yoy dari 1,43 juta ounce pada tahun sebelumnya.

Penjualan emas kumulatif Januari-September 2025 mencapai 975.000 ounce, lebih rendah dari 1,47 juta ounce pada tahun sebelumnya. Namun, harga jual rata-rata emas meningkat tajam menjadi US$3.357 per ounce, dibandingkan US$2.362 per ounce pada 2024.

Kondisi Pasar dan Prospek Masa Depan

Perubahan dalam produksi dan harga jual menunjukkan dinamika pasar logam yang kompleks. Meskipun penurunan produksi dapat memengaruhi pendapatan perusahaan, kenaikan harga jual memberikan peluang untuk meningkatkan margin keuntungan. Namun, stabilitas operasional tambang akan menjadi faktor penting dalam memulihkan tingkat produksi yang lebih tinggi.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, PTFI akan perlu melakukan evaluasi terhadap strategi produksi dan manajemen risiko untuk menghadapi situasi yang mungkin terus berubah. Perkembangan terbaru ini juga akan memengaruhi pasokan global serta harga komoditas di pasar internasional.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar