
Bencana Tanah Longsor di Kampung Sengrod, Desa Talaga
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, kembali memicu bencana tanah longsor. Peristiwa terjadi di Kampung Sengrod RT 05 RW 07, Desa Talaga, pada Jumat sore (24/10/2025). Material tanah yang longsor menimpa bagian belakang rumah warga setempat. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Tindakan Cepat dari Polsek Pasirwangi
Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polsek Pasirwangi Polres Garut segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan lokasi kejadian. Kapolsek Pasirwangi, Iptu Wahyono Aji, S.H., M.H., bersama anggota melakukan koordinasi dengan perangkat desa serta instansi terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.
Setelah menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi warga dalam keadaan aman serta melakukan pendataan kerugian. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Pasirwangi masih tinggi, ujar Iptu Wahyono.
Detail Lokasi dan Kerugian
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tebing di belakang rumah warga longsor dengan ukuran lebar sekitar 20 meter, tinggi 4 meter, dan ketebalan material mencapai 30 sentimeter. Longsoran tersebut menimpa bagian belakang rumah milik Sdri. Isah, warga setempat. Total kerugian akibat kejadian ini diperkirakan sekitar Rp 20 juta.
Imbauan kepada Masyarakat
Polsek Pasirwangi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat lereng atau tebing rawan longsor. Kami harap warga lebih berhati-hati, segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergeseran tanah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, tambah Kapolsek.
Upaya Bersama untuk Keselamatan Warga
Langkah cepat kepolisian bersama pemerintah desa menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga sekaligus upaya menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah rawan bencana. Dengan adanya koordinasi yang baik antara aparat dan masyarakat, diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana alam yang bisa terjadi kembali.
Pentingnya Kewaspadaan dan Pemantauan
Pemantauan secara berkala terhadap daerah-daerah yang rentan longsor sangat penting dilakukan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga jika terjadi cuaca ekstrem. Selain itu, pentingnya komunikasi antara warga dan pihak berwajib untuk segera melaporkan gejala-gejala awal bencana seperti pergeseran tanah atau retakan pada bangunan.
Penanganan Darurat dan Pemulihan
Selain tindakan darurat, pihak berwenang juga akan melakukan pemulihan terhadap kerusakan yang terjadi. Proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak bencana.
Edukasi dan Pelatihan untuk Masyarakat
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, diadakan edukasi dan pelatihan tentang cara menghadapi bencana alam, terutama tanah longsor. Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melindungi diri dan keluarganya saat terjadi bencana.
Kolaborasi Antar Instansi
Kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah desa, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci dalam penanganan bencana. Dengan saling bekerja sama, proses penanganan bencana dapat lebih efektif dan efisien, sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman.
Keberlanjutan dan Pencegahan
Selain penanganan darurat, langkah pencegahan juga harus terus dilakukan. Ini termasuk pembuatan rencana tata ruang yang mempertimbangkan risiko bencana, penggunaan teknologi pemantauan, serta penguatan infrastruktur di daerah rawan longsor.
Kesimpulan
Tanah longsor yang terjadi di Kampung Sengrod merupakan pengingat bahwa bencana alam bisa terjadi kapan saja. Dengan kewaspadaan, koordinasi yang baik, dan edukasi yang cukup, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana. Semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Komentar
Kirim Komentar