
Kasus Penipuan yang Melibatkan Konten Kreator Populer di Bali
Kasus yang melibatkan konten kreator populer bernama Sergei Domogatskii, yang dikenal dengan julukan Mr. Terimakasih, terus berkembang dan menarik perhatian publik. Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, memberikan informasi terbaru mengenai laporan kasus yang menjerat konten kreator ini.
Menurutnya, korban penipuan biasanya adalah orang-orang yang mengenal MT (Mr. Terimakasih), kemungkinan besar merupakan para pengikutnya di media sosial. "Korban penipuan rata-rata adalah orang yang mengenal MT, kemungkinan besar adalah pengikutnya followers," ujar Kombes Pol Sandy saat diwawancara oleh Tribun Bali di Denpasar, Jumat (24/10).
Modus yang dilaporkan adalah Mr. Terimakasih menawarkan investasi di Bali melalui kontennya, menjanjikan keuntungan tertentu yang membuat korban tertarik untuk melakukan kerja sama, transfer dana, dan terjadi kesepakatan. Saat ini, Polda Bali sedang menindaklanjuti 12 Laporan Polisi (LP) dan Aduan terkait dugaan penipuan investasi dengan total kerugian miliaran rupiah serta penghinaan di media sosial.
Polisi memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional untuk memastikan kebenaran peristiwanya. Kombes Pol Sandy menyampaikan bahwa laporan terhadap Mr. Terimakasih yang masuk ke Polda maupun Polsek sangat beragam, mulai dari penipuan hingga perbuatan tidak menyenangkan.
"Update dua hari yang lalu ada 12 yang lapor, kita tidak tahu ini laporan atau pengaduan. Tapi ada 10 LP penipuan investasi, semua orang luar, nilainya miliaran, beragam," ujarnya.
Di samping itu, mengenai laporan awal dari Mr. Terimakasih sendiri yang menduga adanya penculikan, Kombes Pol Ariasandy menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. "Yang jelas dia buat laporan bahwa dia diculik, tugas kami menelusuri apakah betul laporan itu," tegasnya.
Polda Bali saat ini sedang memeriksa dan mensinkronkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman CCTV, dan keterangan-keterangan pihak terkait. "Kalau meyakinkan dia jadi korban, nanti akan dibahas tersendiri oleh penyelidik bahwa ini ada indikasi pidana barulah masuk tahap penyidikan," jelasnya.
Kepolisian mencatat bahwa ramainya laporan terhadap Mr. Terimakasih justru masuk ke Polda pasca Mr. Terimakasih datang dan membuat laporan dugaan penculikan. Polisi menegaskan semua laporan yang masuk akan diproses sesuai prosedur. Jika hasil penyelidikan menguatkan laporan, kasus akan naik ke tahap penyidikan.
Sebaliknya, jika laporan terbukti palsu atau tidak didukung bukti, maka laporan tersebut tidak dapat dilanjutkan. "Kan semua pengaduan semua boleh mengadu, memang polisi yang mempelajari apakah betul dia jadi korban atau tidak," tutup Kabid Humas.
Komentar
Kirim Komentar