
aiotrade, BAJAWA PT PLN (Persero) memiliki rencana untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko secara komersial pada tahun 2027. Saat ini, proses konstruksi infrastruktur telah memasuki tahap akhir dan akan segera dilanjutkan dengan pengeboran serta penyelesaian pembangkit listrik.
Bobby Robson Sitorus, Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara, menyatakan bahwa tanggal operasi komersial (Commercial Operation Date/ COD) dari PLTP Mataloko yang berkapasitas 2x10 MW ditargetkan pada 2027.
Ya, 2027. COD. Tinggal 2 tahun lagi. Nggak terasa itu. 2026 lalu 2027, ujarnya di Bajawa, Jumat malam (25/10/2025).
Bobby menjelaskan bahwa pembangunan PLTP Mataloko saat ini berjalan baik. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah terkait pasokan air dari Sungai Tiwu Bala yang belum mendapatkan restu masyarakat.
PLN, tambahnya, akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. PLN bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) telah melakukan perhitungan terkait debit dan kebutuhan air dalam proses konstruksi PLTP Mataloko.
Sambil menunggu persetujuan masyarakat, PLN mengerjakan penyelesaian konstruksi 4 wellpad (A, B, C, D) di PLTP Mataloko. Perseroan juga telah membangun infrastruktur jalan sepanjang 7 km untuk mendukung mobilisasi alat dan material dalam pengembangan listrik berbasis geotermal tersebut.
Nah total semua progres sampai saat ini, untuk pengadaan tanah sudah clear semua, sudah 100%, untuk perizinan 100%, untuk konstruksi infrastruktur tadi sudah tercapai sekitar 89%. Jadi makanya diperkirakan di akhir tahun kita sudah 100%, selanjutnya persiapan untuk pengeboran, jelasnya.
Bobby melanjutkan bahwa proses pengeboran untuk satu titik wellpad diperkirakan memakan waktu sekitar 6-7 bulan. Selanjutnya, proses pengerjaan pembangkit yang butuh waktu sekitar 15-18 bulan.
Ya bisa 3 tahun, hampir 2,5 tahun plus minus, tambahnya.
Menurutnya, jika satu wellpad bisa menghasilkan 10 MW, perseroan akan mengembangkan 2 wellpad pada tahap awal. Sisanya akan dikembangkan kemudian.
Kalau bisa dapat uapnya yang benar-benar bagus, 1 wellpad saja, kalau bisa sampai 10 MW, 10 MW itu. Tadi kalau cuma 20 MW, kan cuma 2 wellpad saja, wellpad lainnya dibiarin dulu, imbuhnya.
Komentar
Kirim Komentar