Musim Hujan Datang, Permintaan Pemangkasan Pohon di Gunungkidul Meningkat

Musim Hujan Datang, Permintaan Pemangkasan Pohon di Gunungkidul Meningkat

Musim Hujan Datang, Permintaan Pemangkasan Pohon di Gunungkidul Meningkat

Peningkatan Permintaan Pemangkasan Pohon di Musim Hujan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat terjadi peningkatan permintaan pemangkasan pohon dari masyarakat di musim penghujan ini. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa sejak pertengahan Oktober, laporan masyarakat yang meminta bantuan pemangkasan pohon meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Advertisement

Umumnya, laporan berasal dari wilayah perkotaan dan kawasan jalan utama yang banyak ditumbuhi pohon besar. Menurut Purwono, selama dua pekan terakhir, permintaan pruning naik signifikan. Warga khawatir karena angin mulai kencang dan beberapa pohon sudah tampak rapuh.

Pohon yang diminta untuk dipangkas umumnya berusia tua dan berada di dekat permukiman, fasilitas umum, atau jaringan listrik. BPBD bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta PLN untuk melakukan pemangkasan secara bertahap sesuai tingkat risiko.

Selain permintaan langsung, tim BPBD juga melakukan patroli rutin di sejumlah ruas jalan rawan, seperti Jalan Baron, Jalan WonosariSemanu, dan kawasan Alun-alun Wonosari. Kami prioritaskan pohon yang condong ke arah jalan atau sudah tampak berlubang di batangnya, ujarnya.

Dia menambahkan, langkah mitigasi ini penting mengingat intensitas hujan mulai meningkat di sejumlah wilayah. Berdasarkan prakiraan BMKG, Gunungkidul akan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 mendatang.

Kami imbau masyarakat segera melapor jika ada pohon berpotensi tumbang di sekitar rumah atau fasilitas umum. Jangan menunggu hingga terjadi insiden, kata dia.

Mitigasi Bencana Lainnya

Selain penanganan pohon rawan tumbang, BPBD juga menyiagakan personel untuk menghadapi potensi bencana lain seperti longsor dan genangan air di wilayah utara dan tengah. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan mematuhi imbauan petugas di lapangan.

Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan oleh BPBD Gunungkidul dalam menghadapi musim hujan:

  • Patroli Rutin: Tim BPBD melakukan patroli rutin di sejumlah ruas jalan rawan, termasuk Jalan Baron, Jalan WonosariSemanu, dan kawasan Alun-alun Wonosari.
  • Koordinasi dengan Instansi Terkait: BPBD bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta PLN untuk melakukan pemangkasan secara bertahap sesuai tingkat risiko.
  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan pohon berpotensi tumbang di sekitar rumah atau fasilitas umum.
  • Penyiagaan Personel: BPBD menyiagakan personel untuk menghadapi potensi bencana seperti longsor dan genangan air di wilayah utara dan tengah.

Pentingnya Persiapan Awal

Dalam rangka menghadapi musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2026, persiapan awal sangat penting. BPBD Gunungkidul telah memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait dan meningkatkan kegiatan patroli di area rawan. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk aktif dalam memberikan informasi tentang kondisi pohon di sekitar lingkungan mereka.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan kondisi yang dianggap berpotensi membahayakan. Dengan kerja sama antara pihak berwenang dan masyarakat, harapan besar tercipta lingkungan yang lebih aman dan nyaman di tengah musim hujan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar