Misteri Kematian Timothy di Lantai 4, Polisi Belum Temukan Bukti Bullying

Misteri Kematian Timothy di Lantai 4, Polisi Belum Temukan Bukti Bullying

Misteri Kematian Timothy di Lantai 4, Polisi Belum Temukan Bukti Bullying

Penyelidikan Kematian Mahasiswa Unud Masih Berlangsung

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugerah Saputra (22), yang melompat dari lantai 4 gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud di Jl PB Sudirman, Denpasar. Sampai saat ini, belum ditemukan bukti kuat yang mengarah pada dugaan adanya tindakan perundungan (bullying) sebagai penyebab utama kejadian tersebut.

Advertisement

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. Dari 21 saksi yang diperiksa, tidak ada indikasi adanya tekanan atau bullying yang dialami korban sebelum meninggal dunia pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025. Ia menegaskan bahwa penyelidikan fokus pada pencarian penyebab korban melompat dari lantai empat, apakah itu bunuh diri atau kecelakaan.

Saksi yang diperiksa mencakup berbagai pihak yang mengetahui langsung peristiwa, termasuk orang terdekat, teman satu kelas, dosen, sahabat, hingga orang yang berada di lokasi sesaat setelah kejadian. Meskipun dugaan bullying santer beredar di publik, Ariasandy menegaskan bahwa sampai saat ini belum ditemukan adanya indikasi bullying sebelum Timothy meninggal.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang valid jika memiliki bukti kuat terkait dugaan bullying. Polisi akan menindaklanjuti semua laporan dan bekerja secara profesional untuk mengungkap misteri di balik peristiwa tragis tersebut.

Kendala dalam Penyelidikan

Proses penyelidikan di tahap awal sempat menghadapi beberapa kendala. Salah satu hambatan signifikan adalah minimnya laporan awal dari keluarga. Ibu korban tidak mau diperiksa. Sang ibu dari awal telah membuat surat pernyataan tidak mempersoalkan kasus kematian tragis anaknya ini. Pihak kepolisian bahkan telah mendatangi ibu korban namun permintaan pemeriksaan tidak disetujui.

Selain itu, sahabat dekat korban, yang diyakini memiliki informasi kunci mengenai kondisi psikologis dan persoalan pribadi Timothy, sempat menolak memberikan keterangan karena masih dalam kondisi syok. Namun, kendala penyelidikan mulai terurai setelah laporan resmi dari ayah Timothy, Lukas Triana Putra, diterima pada 20 Oktober.

Pendalaman Bukti dan Informasi

Langkah penting terbaru yang dilakukan penyidik adalah pendalaman isi ponsel dan laptop milik Timothy untuk mendalami motifnya melompat dari lantai 4. Awalnya, handphone korban diamankan dan belum bisa diperiksa. Namun, setelah ada laporan polisi, keluarga menyerahkan ponsel itu, dan saat ini pihak kepolisian sedang mendalami isinya untuk mencari petunjuk lain terkait motif bunuh diri.

Perhatian Menteri HAM

Kasus kematian Timothy mendapat perhatian Menteri HAM Natalius Pigai. Ia mendatangi kampus Unud di Jl Sudirman dan menemui Rektor Prof. I Ketut Sudarsana dan jajarannya pada Jumat siang, 24 Oktober 2025. Pertemuan Menteri Natalius Pigai dengan Rektor Unud dan jajarannya ini berlangsung secara tertutup di lantai 4 gedung Pascasarjana Unud.

Setelah pertemuan tertutup itu, mereka memberikan keterangan kepada awak media. Menteri Natalius Pigai menyampaikan bahwa ada dua peristiwa yang terjadi, yaitu kematian almarhum Timothy dan tindakan-tindakan nir-empati dan nir-simpati. Ia menegaskan bahwa hanya kepolisian yang akan menentukan hubungan antara kedua peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian sudah melakukan tindakan-tindakan penyelidikan secara konvensional, melakukan pendalaman, meminta keterangan saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti CCTV dan berbagai hal lainnya. Untuk mengungkap fakta dibalik apa penyebab almarhum Timothy bunuh diri, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan dengan metode scientific investigation.

Data dan Tindakan yang Dilakukan

Rektor Unud Prof. Ketut Sudarsana menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat atas perhatian dan simpati terhadap kasus meninggalnya Timothy. Ia menyampaikan bahwa semua data terkait dengan kejadian ini sudah dirilis oleh tim komunikasi publik Unud. Satgas saat ini masih dalam pendampingan mengumpulkan data.

Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan kedatangannya ke Kampus Unud karena pemerintah hadir mendengarkan semua dinamika kehidupan di masyarakat. Pemerintah merasa ikut berempati, simpati, dan bekerja. Ia menyampaikan simpati dan berbelasungkawa kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Menurut Menteri Natalius Pigai, ada tindakan bullying atau perundungan terhadap Timothy setelah meninggal dunia, dan semua mahasiswa yang melakukan perundungan telah dimintai keterangan. Ia berharap apapun yang terjadi di publik, kita harus menghormatinya dengan memiliki rasa simpati dan empati.

Tindakan Bullying di Berbagai Tingkatan

Menteri Natalius Pigai mengungkapkan bahwa aksi perundungan saat ini terjadi dimana-mana, bahkan mulai dari SD, SMP, SMA, Universitas atau Perguruan Tinggi, serta di kalangan masyarakat umum juga terjadi tindakan bullying. Ia menekankan bahwa rasa keadilan harus dirasakan oleh korban, keluarga paling dekatnya, dan secara publik.

Ia yakin bahwa Rektor akan mengambil keputusan yang adil, dirasakan oleh korban, keluarga korban, dan publik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar