
Penemuan Mengejutkan Terkait Sistem Perpajakan Nasional Coretax
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait proyek sistem perpajakan nasional Coretax yang dikembangkan oleh konsorsium LG CNS- Qualysoft asal Korea Selatan. Hasil pemeriksaan internal Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa sebagian besar programmer dari vendor tersebut memiliki kompetensi setara dengan lulusan SMA.
Purbaya menjelaskan bahwa timnya melihat langsung source code dari Coretax dan mendapatkan komentar bahwa kualitasnya seperti hasil kerja programmer tingkat pemula. Begitu mereka dapat source-code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA, ujarnya.
Menurut Purbaya, sejumlah masalah kritis yang dilaporkan pengguna Coretax seperti tidak bisa login, timeout, blank screen, dan gagal upload bupot/e-faktur sebagian besar telah mulai diperbaiki. Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan masih terkendala karena kontrak dengan vendor asing masih mengikat.
Empat Aspek Utama Evaluasi Sistem Coretax
Purbaya menjelaskan empat aspek utama hasil evaluasi sistem Coretax:
- Penyelesaian masalah teknis kritis: Masalah-masalah yang sering dialami pengguna sedang diperbaiki.
- Perbaikan aplikasi: Meskipun sistem telah dibangun selama empat tahun, perombakan penuh tidak bisa hanya dalam satu bulan.
- Infrastruktur dan keamanan (security): Infrastrukturnya cukup memadai, namun perlu dimaksimalkan. Sistem keamanan dianggap "overkill, mahal, dan ribet, tapi banyak obsolete".
- Aspek non-teknis: Termasuk ketergantungan terhadap vendor asing yang harus dikurangi, serta preferensi ke depan untuk menjadi mandiri dengan software house dalam negeri.
Langkah Konkret untuk Pengelolaan Coretax
Sebagai langkah konkret, Purbaya mengungkap bahwa sebagian pengelolaan Coretax yang selama ini dipegang oleh LG CNS- Qualysoft akan diserahkan ke tim internal atau vendor dalam negeri mulai awal tahun depan. Ia menargetkan bahwa Januari, Februari udah selesai perombakan sistem yang bersifat P3K tersebut.
Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengevaluasi dan kemungkinan memutus kontrak kerja sama dengan vendor tersebut. Jadi ya memang Indonesia lah sering dikibulin asing & tuturnya, yang kemudian menambahkan bahwa di bidang entertainment Korea boleh unggul (K-pop), tetapi di bidang sistem program berbeda.
Pendekatan Baru untuk Sistem Perpajakan Nasional
Menteri Keuangan menekankan bahwa pihaknya tidak akan menambah beban anggaran untuk perbaikan, namun akan memanfaatkan tim ahli IT dan hacker Indonesia agar sistem pajak ini bisa berjalan dengan baik.
Purbaya berharap dengan adanya pembenahan ini, ke depan sistem perpajakan nasional dapat berjalan lebih andal, aman, dan dikelola secara mandiri oleh SDM dalam negeri tanpa tergantung pada vendor asing yang kualitasnya belum memenuhi standar.
Komentar
Kirim Komentar